logo rilis
Wacana Tutup Impor Bawang Putih, Importir: Kita Ikut Peraturan
Kontributor
Fatah H Sidik
03 Mei 2018, 21:16 WIB
Wacana Tutup Impor Bawang Putih, Importir: Kita Ikut Peraturan
Direktur CV Sinar Padang Sejahtera, Ferry Susanto Mulyono, sela Rakor Pengembangan Bawang Putih di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (3/5/2018). FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik

RILIS.ID, Semarang— Pemerintah bakal menyetop impor bawang putih, bila swasembada terealisasi pada 2021. Salah satu importir hortikultura, CV Sinar Padang Sejahtera pun tak keberatan dengan rencana itu.

"Kita, sih, ikut peraturan saja," ujar Direktur CV Sinar Padang Sejahtera, Ferry Susanto Mulyono, sela Rakor Pengembangan Bawang Putih di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (3/5/2018).

Dia juga mengaku tak keberatan dengan kewajiban tanam bawang putih lima persen dari rekomendasi impor yang diajukan. Alasannya sederhana, berkomitmen melaksanakan kewajiban.

"Dari kami jelas, kami dari awal komitmen. Ini namanya kewajiban bukan sesuatu yang berat, bukan," jelasnya.

Sebagai informasi, importir komoditas hortikultura diwajibkan tanam bawang putih mulai 2017. Hal tersebut sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 16 Tahun 2017 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (Permentan RIPH) yang terbit Mei.

Pada regulasi itu, importir diwajibkan menanam lima persen dari total RIPH yang diajukan. Diasumsikan produktivitas enam ton per hektare.

Untuk mendapatkan RIPH berikutnya, importir diwajibkan melampirkan realisasi wajib tanam dan produksi. Ini, tertuang dalam Permentan RIPH Nomor 38 Tahun 2017 yang ditetapkan November.

Meski begitu, Ferry mengaku, bukanlah mudah bagi importir untuk melaksanakan wajib tanam. Namun, tak tepat untuk mengeluh lantaran regulasi sudah berlaku. "Kalau masalah keberatan, seharusnya diajukan pada saat sosialisasi," katanya.

Dirinya memilih menikmati (have fun) saat melakukan kewajiban tanam itu. "Kalau dianggap beban, mana mungkin (bisa)? Kalau dibuat fun, kan, enak. Mentalnya gitu, saja," ucapnya.

Karenanya, CV Sinar Padang Sejahtera tak keberatan harus menanggung beban lebih, seperti memperbaiki jalan ke lokasi penanaman bawang putih. Bahkan, membangun gudang penyimpanan sementara untuk hasil panen di Jalan Ikan Paus, Karangrejo, Banyuwangi, Jawa Timur.

"Kami bangun gudang-gudang darurat Rp25 juta. Kami bangun sebanyak mungkin," ungkapnya. Luas lahan yang disiapkan tujuh hektare.

Gudang darurat dipersiapkan, lantaran saat kini benih yang ditanam November 2017 mulai panen. Sedangkan gudang permanen, masih dalam tahap pembangunan. Direncanakan beroperasi pada musim panen 2018.

CV Sinar Padang Sejahtera melakukan wajib tanam di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Total luas lahan wajib tanamnya 145 hektare.

Dari 116 hektare lahan yang ditanam, sebanyak 42 hektare di antaranya mulai dipanen. Produksinya mencapai 162 ton. "Sampai kini masih terus panen," tutup Ferry

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)