logo rilis
Wacana Poros Keumatan, PAN: Tunggu Rakernas
Kontributor
Nailin In Saroh
04 Juni 2018, 16:48 WIB
Wacana Poros Keumatan, PAN: Tunggu Rakernas
Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) bertemu Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Mekkah, Arab Saudi. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menilai pertemuan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Ketua Umum Prabowo Subianto dan Imam Besar FPI Rizieq Shihab di Mekkah, Arab Saudi, adalah sekadar silaturahmi. Di mana Amien Rais dan Prabowo kebetulam tengah menjalankan umrah pada waktu yang bersamaan.

"Itu hanya pertemuan silaturahmi biasa, tapi juga tentu akan berbicara soal perkembangan mutakhir kondisi politik nasional pada saat ini," ujar Yoga di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (4/6/2018).

Yoga mengapresiasi usulan dari Rizieq Shihab, agar Gerindra, PKS, PAN dan PBB segera mendeklarasikan koalisi keumatan untuk menghadapi pemilihan presiden (pilpres) 2019. Namun, kata dia, PAN menunggu pertimbangan dan putusan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2018.

"Saya rasa seluruh umat, baik umat Islam, Nasrani, Hindu, Budha, seluruhnya berkoalisi menjadi satu," katanya.

Yoga juga menjelaskan, terkait Pilpres 2019 sebetulnya PAN telah bersikap, berdasarkan Rakornas tahun 2017 partainya memberikan mandat kepada Zulkifli Hasan untuk maju di Pilpres mendatang.

"Nanti, soal keputusan bagaimana akan dievaluasi di Rakernas 2018 yang akan dilaksanakan setelah 27 Juni pelaksanaan pilkada selesai. Sebelum tanggal 10 Agustus tahun 2018," papar Yoga.

Kendati demikian, Yoga menilai, untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden sebaiknya tidak calon tunggal. Sebab, menurutnya, itu akan merugikan demokrasi.

"Karena jadi seluruh aspirasi masyarakat ada yang setuju dengan petahana tetapi juga ada yang berbeda dengan petahana," tukas Wakil Ketua Komisi IV DPR.

Sebagai lembaga modern, tambah Yoga, partai politik harus menampung seluruh aspirasi masyarakat baik yang setuju dengan petahana, maupun tidak setuju dengan petahana.

"Karena itu, kita akan menunggu proses selanjutnya setelah pilkada selesai, kita akan melakukan rapat kerja nasional, kita akan tentukan siapa pasangan calon capres dan cawapres dari PAN," tandasnya.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)