logo rilis
VUB Padi Inpari 42 Terbukti Unggul dan Tahan Penyakit
Kontributor
Elvi R
18 April 2019, 20:43 WIB
VUB Padi Inpari 42 Terbukti Unggul dan Tahan Penyakit
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Pada akhir 2018 dan awal 2019, BPTP Balitbangtan Bengkulu telah mendistribusikan benih padi ke beberapa kelompok tani dalam rangka percepatan luas tambah tanam dan sekaligus mendiseminasikan varietas unggul baru (VUB) hasil inovasi Badan Litbang Pertanian.

Salah satu kelompok tani penerima benih bantuan tersebut adalah Kelompok Tani Padang Harapan di Desa Tanjung Terdana, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah, yang telah menerima bantuan benih padi varietas Inpari 42 sebanyak 300 kilogram yang ditanam pada lahan sawah irigasi milik anggota poktan dengan total luas lahan 10 hektare.

Pada hari Senin (15/04/2019), tim UPSUS PAJALE BPTP Balitbangtan Bengkulu menghadiri Panen Bersama pada lahan Poktan Padang Harapan di Desa Tanjung Terdana, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah, yang telah menerima bantuan benih padi varietas Inpari 42. Panen juga dihadiri oleh Kepala Bidang dan Kasie Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Tengah, PPK Kecamatan Pondok Kubang, Koordinator Penyuluh, PPL dan anggota Kelompok Tani.

Penanggung jawab kegiatan UPSUS PAJALE BPTP Balitbangtan Bengkulu Yartiwi, S.P., M.Ling yang hadir saat acara panen bersama menyampaikan, varietas Inpari 42 merupakan VUB yang mulai dikembangkan di Provinsi Bengkulu. Varietas Inpari 42 memiliki kelebihan seperti tahan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yakni hama tungro, wereng batang coklat (WBC), dan hawar daun bakteri.

"Inpari 42 GSR dilepas pada 2016, dirakit untuk tetap mampu berdaya hasil tinggi baik pada kondisi optimum maupun pada kondisi terbatas, memiliki umur tanaman 112 hss, bentuk tegak, tinggi 93 cm, daun bendera tegak, bentuk gabah ramping, warna kuning jerami, mudah rontok, tahan rebah, nasinya pulen. Potensi hasil 10,58 ton/ha dan rata-rata hasil 7,11 ton per hektare," ungkapnya.

"Hal ini terbukti dari hasil ubinan saat panen diperoleh data produktivitas hasil panen Inpari 42 sebesar 7,1 ton per hektare GKP. Hasil ini mendekati rata-rata hasil varietas Inpari 42 pada deskripsi", imbuh Yartiwi.

Hal ini juga didukung oleh petani anggota Poktan Padang Harapan (Abdullah) yang menuturkan, tanaman padi varietas Inpari 42 ini selama di pertanaman lebih tahan terhadap penyakit. Hasil panen kali ini juga meningkat dibandingkan dengan hasil panen sebelumnya dengan varietas Mekongga yang biasa ditanam oleh petani rata-rata hasilnya 4-5 ton per hektare.

"Varietas Inpari 42 masih tergolong baru digunakan oleh petani dan masih banyak yang belum diketahui dan disosialisasikan ke petani. Kiranya perlu untuk disebarluaskan informasinya dan dapat digunakan oleh petani untuk mengantisipasi terhadap serangan HPT yang dapat menurunkan produksi," tutur Abdullah.

Dinas Pertanian Kabupaten Bengkuku Tengah melalui Kabid Tanaman Pangan dan Hortikiltura Zulian Effendi, SP menyampaikan, dengan adanya bantuan benih padi varietas Inpari 42 dari BPTP Balitbangtan Bengkulu kepada poktan Padang Harapan ini terbukti dapat meningkatkan produktivitas hasil panen, dan dengan melihat keunggulan dari varietas Inpari 42 selama di pertanaman.

"Diharapkan petani semangat mengembangkan VUB tersebut untuk pertanaman selanjutnya dan disebarluaskan kepada anggota petani lainnya,"katanya.

Sebagai informasi tambahan, Kepala BPTP Balitbangtan Bengkulu Dr. Ir. Darkam Musaddad, M.Si pada lain kesempatan menambahkan Badan Litbang Pertanian sudah banyak menghasilkan benih padi VUB lainnya. Sebagian dari VUB tersebut sudah disebarluaskan oleh BPTP Balitbangtan Bengkulu kepada beberapa kelompok tani di Kota/Kabupaten lainnya.

"Di Provinsi Bengkulu, seperti Kota Bengkulu, Kabupaten Seluma, Kaur, Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Lebong dan Bengkulu Utara dalam bentuk benih bantuan melalui kegiatan UPSUS PAJALE ataupun UPBS BPTP Bengkulu," ujarnya.

Lebih lanjut Darkam Musaddad menjelaskan, melalui Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS), selain varietas Inpari 42, sejak tahun 2011 BPTP Bengkulu juga telah memproduksi benih padi VUB lainnya seperti Inpari 6, 18, 20, 30, 32 dan 33, Inpara 2 dan 6 serta Inpago 8. Pada 2019 ini, UPBS BPTP Bengkulu bekerjasama dengan kelompok petani penangkar di Kabupaten Bengkulu Tengah, memproduksi benih padi varietas Inpari 42 dan Inpari 33.

"Harapan ke depan, semoga benih padi VUB hasil inovasi Badan Litbang Pertanian semakin meluas perkembangannya dan bermanfaat untuk peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani di Provinsi Bengkulu," tegasnya.

Sumber: Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID