logo rilis
Viral Kaos #2019GantiPresiden, PKS: Ini Respons Kegagalan Pemerintah
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
03 April 2018, 12:02 WIB
Viral Kaos #2019GantiPresiden, PKS: Ini Respons Kegagalan Pemerintah
Mardani Ali Sera. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai, kemunculan sebuah video produksi kaos sablon bertuliskan #2019GantiPresiden yang viral itu merupakan cara kreatif yang dilakukan generasi milenial.

Menurut dia, hal itu adalah bagian dari kritik atas kegagalan pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam melaksanakan janji politiknya ketika berkampanye.

"Itu respons kreatif pada pemerintah yang gagal memenuhi janjinya," kata Mardani kepada rilis.id, Selasa (3/4/2018).

Mardani mengatakan, masyarakat saat itu terutama generasi milenial, sangat kreatif dalam menyampaikan aspirasinya. Termasuk keinginan memiliki presiden baru di 2019 mendatang.

"Di era milenial dan kreativitas, info yang terbuka semua jadi alat kontrol bagi pemerintah," ujarnya.

Dia berharap, dengan beredarnya video kaos #2019GantiPresiden itu bisa direspons dengan baik oleh Jokowi. Salah satunya, tidak lagi melakukan pencitraan-pencitraan semata dalam menjalankan pemerintahannya.

"Itu jadi pelecut bagi pemerintah untuk bekerja dengan benar dan jujur. Bukan pencitraan," tandasnya.

Sebelumnya, beredar sebuah video dengan durasi 30 detik yang menggambarkan proses produksi kaos sablon yang bertuliskan #2019GantiPresiden. Video itu kemudian menjadi viral di jagat maya.

Editor: Elvi R


500
komentar (4)

Galuh Kirana Jumat, 06 April 2018 | 14:24
??Saya melihat bahwa gerakan #2019GantiPresiden ini hanya sebagai kamuflase, strategi untuk menutupi kurangnya program tandingan maupun kompetensi kandidat capres dari partai-partai yang menjadi lawan koalisi partai pengusung Jokowi. Bagaikan sebuah kabut yang tebal, sengaja ditiupkan dan disebarkan untuk menutupi kenyataan itu dari rakyat yang diharapkan menjadi pendukung mereka.

Milan Budi Harta Jumat, 06 April 2018 | 11:12
Situasi Indonesia yang seperti ini malah justru sering dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengail di air keruh. Mengontrol dan mengkritisi kinerja pemerintah adalah keharusan bagi kita semua. Toh pemerintahan saat ini sedang berjuang untuk membangun ekonomi Indonesia, pertumbuhan ekonomi saat ini masih positif, dan pembangunan bisa menurunkan biaya transportasi dan logistik ke daerah-daerah, sehingga bisa satu harga satu rasa.

Bryan Ahmadi Jumat, 06 April 2018 | 13:49
Sepertinya sih itu cuma strategi tukang sablon di tahun politik wkekekewk