logo rilis
Varietas Lokal Optimistis Jadikan Indonesia Produsen Terbesar Bawang Putih
Kontributor
Elvi R
01 April 2018, 16:17 WIB
Varietas Lokal Optimistis Jadikan Indonesia Produsen Terbesar Bawang Putih
Petani Bawang Putih. FOTO: Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian terus bergegas untuk mewujudkan swasembada bawang putih nasional 2019. Sejak 2017 lalu, Balitbangtan melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian sudah memacu langkah memenuhi benih bawang putih melalui program perbenihan. 

Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Haris Syahbuddin mengatakan, ada 4 BPTP yang ditugaskan untuk memproduksi benih bawang putih yaitu BPTP Jambi, BPTP Jawa Tengah, BPTP Jawa Timur dan BPTP Nusa Tenggara Barat.

“Target total 2017 yang lalu adalah 290 ton bawang putih, dan memang belum tercapai sepenuhnya. Masih ada hamparan bawang putih yang belum dipanen. Untuk 2018 ini, 4 BPTP tersebut kembali mendapat mandat produksi bawang putih yaitu BPTP Jambi sebanyak 25 ton, BPTP Jateng 70 ton, BPTP Jatim 70 ton dan BPTP NTB sebanyak 50 ton benih bawang putih” ujarnya di Jakarta, Minggu (1/4/2018).

Pada Rabu (28/3/2018), BPTP Jambi melaksanakan panen bawang putih varietas Sangga Sembalun yang merupakan salah satu varietas unggul di Indonesia. Varietas bawang putih ini tumbuh subur di kaki Gunung Rinjani. Di Jambi, bawang putih ditanam di Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci dengan ketinggian ± 1.500 mdpl, yang merupakan kaki Gunung Kerinci.

Produksi panen tahap pertama ini mencapai 8,2 ton per hektare berat basah dan diperkirakan dapat menghasilkan benih 4,9 ton per hektare. Umbi yang dihasilkan cukup besar dengan berat rata-rata 55,82 gram.

Menurut penanggung jawab kegiatan perbenihan bawang putih Desi Hernita, awalnya petani sempat cemas bawang putih tidak tumbuh atau pun berproduksi. 

“Tanaman bawang putih Jangkiriah Adro yang ditanam bersamaan dengan Sangga Sembalun saat ini telah mulai membentuk umbi dan diperkirakan akan panen satu bulan kedepan (umur ± 4,5 - 5 bulan). Semoga bisa mencapai hasil maksimal sesuai dengan potensi hasil 9-10 ton per hektare,”tambahnya. 

Kabupaten Kerinci sendiri juga mempunyai bawang putih lokal yang sudah ditanam secara turun temurun selama puluhan tahun dan saat ini sudah terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian dengan nama Jangkiriah Adro. 

Di BPTP NTB, produksi benih bawang putih varietas Sangga Sembalun dikembangkan di Desa Sembalun Kabupaten Lombok Timur pada lahan seluas empat hektare sebanyak 3.200 kilogram pada Desember 2017 lalu. Teknologi produksi benih diadopsi dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran diantaranya penaburan delomit 750 per hektare, penggunaan pupuk kandang 10 ton per hektare, pupuk dasar NPK (16:16:16) 350 kilogram per hektare, Za 200 kilogram per hektare, KCL 250 kilogram per hektare.

Varietas lokal Sangga Sembalun dibutuhkan rata-rata 8 kwintal per hektare, dengan jarak tanam 15 x 10; dan penggunaan mulsa. Hal yang menarik adalah petani yang ikut yaitu mereka bersedia melakukan penanaman bawang putih di luar musim saat petani terbiasa menanam bawang putih pada bulan Mei hingga Juni.

BPTP Jawa Timur menggunakan varietas Lumbu Kuning dan Lumbu Hijau.  Kedua varietas ini memiliki keunggulan menghasilkan siung setelah 90 hari setelah tanam (Hst). Hal ini tidak dijumpai pada varietas bawang putih impor yg juga ditanam di wilayah yang sama. Varietas nasional tersebut juga mampu menghasilkan umbi dengan ukuran yg lebih besar dengan diameter berkisar 31,5 – 54,7 milimeter dibanding varietas impor yang hanya mencapai 14,6-34,2 milimeter. Secara umum, keragaan bawang putih varietas nasional pun jauh lebih unggul dengan kisaran panjang tanaman mencapai 70-74 centimeter dan 45-48 centimeter untuk varietas impor. Capaian produksi 2017 lalu mencapai 25 ton. Tahun ini , luas areal tanam 16 hektare dengan rencana lokasi produksi di Batu, Pasuruan, Probolinggo, Magetan, Lumajang, Mojokerto, menggunakan varietas Lumbu Hijau, Lumbu Kuning, Lumbu Putih, Tawangmangu Baru dan Sangga Sembalun.

Seperti halnya dengan BPTP Jawa Timur, BPTP Jawa Tengah juga menggunakan Varietas Lumbu Kuning dan Lumbu Hijau untuk 2017 dengan target 80 ton benih bawang putih. Sedangkan pada 2018, kegiatan perbenihan bawang putih oleh BPTP Jawa Tengah di Desa Beruk akan dilakukan pada lahan seluas 7 hektar. Target hasil sebesar diharapkan adalah 4.0 ton per hektare calon benih kering satu bulan. Sehingga diprediksi akan diperoleh calon benih sebesar 28 ton dari Kec. Jatiyoso, Karanganyar. 

Kegiatan tanam bawang putih, direncanakan dapat direalisasi pada pertengahan April sampai awal Mei 2018. Benih yg akan diproduksi adalah varietas Tawangmangu Baru dan Lumbu Hijau.

Adanya program dari Kementerian Pertanian yang menargetkan Indonesia swasembada bawang putih memberi harapan baru bagi petani untuk mengangkat kembali bawang putih asli Indonesia, yang selama ini terpuruk oleh bawang putih impor. Varietas lokal bawang putih tidak kalah unggul dari impor. Mudah-mudahan program ini bisa terealisasi sesuai harapan dan Indonesia menjadi salah satu Negara produsen bawang putih terbesar di dunia.

Sumber: Rima Purnamayani/Balitbangtan


500
komentar (0)