logo rilis
Vaksinologi Beberkan Empat Hal soal Vaksin COVID-19
Kontributor
Elvi R
20 November 2020, 19:00 WIB
Vaksinologi Beberkan Empat Hal soal Vaksin COVID-19
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe membeberkan proses pembuatan hingga penyaluran vaksin. Sehingga suatu vaksin dapat dijamin efektivitasnya dan aman untuk digunakan. Terutama vaksin untuk pencegahan COVID-19.
 

1. Uji coba pada binatang

"Yang pertama tentukan dahulu mau bikin vaksin apa. Setelah itu, kita uji coba pada binatang percobaan," ungkap dr. Dirga, vaksinolog yang juga merupakan dokter spesialis penyakit dalam di dialog Juru Bicara Pemerintah bertema Jalan Panjang Vaksin Sampai ke Tubuh Manusia, Jakarta, Jumat (20/11/2020).

Dia mengatakan setelah vaksin diuji coba pada binatang percobaan dan terbukti aman serta efektif, kemudian vaksin itu diuji coba pada manusia, atau disebut sebagai uji klinis.

2. Uji klinis hingga tiha tahapan

Fase uji klinis tersebut, Kata dia, ada tiga tahapan, yaitu tahap 1, 2 dan 3 dan memerlukan waktu yang sangat lama. Tujuannya adalah untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

"Lalu setelah itu barulah suatu vaksin mendapat izin edar. Di Indonesia itu dari Badan POM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Baru bisa kita gunakan secara luas," kata dia.

3. Izin BPOM

Dia menekankan bahwa vaksin yang sudah mendapat izin dari Badan POM adalah vaksin yang dapat dijamin keamanan dan efektivitasnya. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu lagi mengkhawatirkan keamanan vaksin tersebut.

Lebih lanjut, Dirga mengatakan, efektivitas suatu vaksin dapat dilihat pada tahap uji klinis, terutama pada uji klinis fase 3, yang melibatkan ribuan orang.

"Sehingga dari fase tersebut dapat dilihat gambaran nyata efektivitas vaksin tersebut," ujar dr. Dirga.

4. Penyimpanan harus berstandar

Soal, pengamanan dalam penyimpanan vaksin harus dilakukan dengan sangat aman. Karena vaksin merupakan produk biologis yang sangat sensitif terhadap suhu tertentu. Sehingga untuk memastikan keamanannya, vaksin tersebut dapat dipastikan disimpan pada suhu yang sesuai, yaitu antara 2-8 derajat Celsius, kecuali untuk vaksin polio.

"Artinya sejak vaksin itu dibuat di pabrik sampai digunakan di rumah sakit, di Puskesmas, termasuk dalam hal transportasi, pengantaran, semuanya mesti terjamin, suhunya mesti dijaga 2-8 derajat Celsius. Dan tidak usah khawatir karena kita sudah berpengalaman. Kita sudah siap," pungkasnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID