Vaksin Sebabkan Anak Autis? Simak Penjelasan Ini.. - RILIS.ID
Vaksin Sebabkan Anak Autis? Simak Penjelasan Ini..
Tari Oktaviani
Kamis | 16/01/2020 11.30 WIB
Vaksin Sebabkan Anak Autis? Simak Penjelasan Ini..
Ilustrasi Vaksin. RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta – Di era modern seperti sekarang tampaknya masih ada saja yang percaya bahwa vaksin menyebabkan autisme pada anak. Oleh karena itu beberapa orang tua lebih memilih anaknya untuk tidak divaksin lantaran takut berefek autis.

Isu ini sebetulnya sudah lama dimulai. Dilansir di laman hellosehat.com, awalnya pada tahun 1998 dr. Andrew Wakefield beserta rekannya melakukan penelitian dengan sampel sejumlah 8 anak yang mengalami gejala awal autisme pasca menerima imunisasi MMR 1 bulan sebelumnya. 

Awalnya anak-anak tersenut memiliki gangguan pencernaan. Lalu setelah dilakukan endoskopi, ditemukan membesarnya kelenjar getah bening yang menyebabkan peradangan usus, sehingga protein yang seharusnya tidak berada di aliran darah bisa masuk dan mengalir sampai ke otak, di mana protein ini menyebabkan gangguan perkembangan.

Kemudian, pernyataan lainnya menyebutkan bahwa senyawa etilmerkuri yang ada dalam vaksin, thimesoral, dapat mengganggu sistem saraf manusia sehingga menjadi penyebab munculnya gejala autis.

Lambat laun sejumlah penelitian banyak dilakukan untuk membuktikan temuan dr. Andrew tersebut. Namun nyatanya tak ada hubungannya autis dengan vaksin. Alhasil, pada tahun 2004, rekan-rekan dr. Andrew menyatakan untuk menarik kembali tulisan tersebut. Meski begitu dr. Andrew sendiri tetap bersikukuh untuh mempertahankan penelitiannya namun anehnya ia tidak mau ketika diminta untuk melakukan penelitian ulang 

Beberapa tahun kemudian, seorang jurnalis inggris, Brian Deer berhasil membongkar kepalsuan yang dibuat oleg dr. Andrew. Brian menyimpulkan bahwa dr. Andrew dan rekannya mengubah pernyataan dan rekam medis pasien agar sesuai dengan hasil penelitiannya. Terungkap pula bahwa institusi yang menaungi dr. Andrew, Royal Free Hospital and Medical School, mendukung tindakan dr. Andrew agar mendapatkan keuntungan finansial dari hasil tuntutan kepada produsen vaksin yang berdasar atas keluhan autisme pada anak yang menerima imunisasi MMR.

Kini izin praktik dr. Andrew pun sudah dicabut. Pada tahun 2010 British Medical Journal juga telah menyatakan bahwa penelitian dr.Andrew merupakan penipuan yang disengaja.

Untuk mematahkan argumen dr.Andrew dan menaruh kepercayaan masyarakat kembali tentang pentingnya vaksin,  sebuah penelitian dilakukan di Amerika pada tahun 2013. Hasilnya vaksin MMR maupun DPT bukanlah penyebab dari autisme. Autisme sendiri ada lantaran faktor genetik.

Untuk itu baiknya sebagai orang tua harus banyak membaca sehingga tidak mudah termakan isu hoaks. Alangkah baiknya jika memang ditemukan gejala autis maka segera periksakan anak anda ke dokter untuk mengetahui sebab dan solusinya.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID