logo rilis

Uu Ruzhanul Ulum: Ekonomi Kerakyatan Harus Jaya di Jabar  
Kontributor
Sukma Alam
03 Juni 2018, 10:43 WIB
Uu Ruzhanul Ulum: Ekonomi Kerakyatan Harus Jaya di Jabar  
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Garut— Calon wakil gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, ekonomi kerakyatan harus jaya karena bisa memberikan asas keadilan yang diharapkan seluruh lapisan masyarakat.

"Kami merupakan pengagum ekonomi populis, ekonomi kerakyatan. Untuk itu, kami berkomitmen mendorong kejayaan ekonomi populis agar bisa diterapkan di seluruh masyarakat di Jawa Barat," kata Uu di Kabupaten Garut, Sabtu (2/6/2018).

Uu yang mendampingi calon gubernur Jabar Ridwan Kamil menuturkan, konsep ekonomi populis sangat cocok diterapkan di Indonesia, tidak terkecuali di Provinsi Jabar.

Dia mengatakan, ekonomi kerakyatan telah memiliki akar tradisi panjang dalam sejarah bangsa Indonesia, di antaranya bisa dilacak lewat semangat gotong royong dan keberadaan lembaga koperasi sebagai semangat konsep populis.

Uu menyampaikan, konsep ekonomi kerakyatan itu sebagai usaha membangun ketahanan ekonomi bersama sehingga masyarakat bisa melepaskan ketergantungannya terhadap kekuasaan pemodal besar.

Ekonomi kerakyatan itu, lanjut dia, dinilai lebih tangguh dalam menghadapi krisis struktural karena roda penggerak arah pencapaiannya ditentukan secara bersama-sama oleh masyarakat yang terlibat.

"Ekonomi kerakyatan tangguh karena kebersamaannya, karena pelakunya banyak dan bisa berakar, jadi kalau ada yang krisis, yang lain bisa menyeimbangkan," katanya.

Ia menyebutkan, upaya yang perlu dilakukan pemerintah adalah mendorong pasar tradisional, pedagang kaki lima, kemudian warung perumahan, Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di tengah masyarakat.

Untuk itu, kata Uu, ia bersama Ridwan Kamil telah siap berkomitmen meningkatkan kemampuan golongan ekonomi lemah agar ada pemerataan pendapatan masyarakat.

"Solusi yang diberikan kepada masyarakat ialah digenjotnya perusahaan populis, kecil, menengah agar bisa lebih baik dalam memberi dampak ekonomi di Jawa Barat," katanya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)