logo rilis
Utang Negara Dinilai Membebani APBN
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
28 Maret 2018, 15:14 WIB
Utang Negara Dinilai Membebani APBN
ILUSTRAS: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan menilai, utang yang terus diproduksi pemerintah kian membebani APBN. Jumlahnya kini sudah menembus Rp4.034,80 triliun, di mana angka tersebut dinilai sudah mengkhawatirkan.

Menurut dia, utang menjadi sumber rusaknya APBN. Praktik anggaran yang dilakukan hanya gali-tutup lubang. Utang kemudian ditarik untuk membayar bunga utang.

"Untuk melihatnya, cukup dengan membaca keseimbangan primer. Keseimbangan primer dalam APBN menggambarkan kemampuan pemerintah membayar pokok dan bunga utang dengan menggunakan pendapatan negara," kata Heri, Rabu (28/3/2018).

Kalau nilainya negatif, maka pemerintah menerbitkan utang baru untuk membayar seluruh pokok dan bunga utang. Saat ini, nilai keseimbangan primer masih negatif, sebesar Rp121,5 triliun. hal ini dinilainya mengkhawatirkan.

"Jangan sampai utang sebesar Rp4.034,80 triliun itu tidak produktif dan hanya habis untuk membayar bunga utang," ujarnya.

Lebih-lebih dengan berakhirnya program pengampunan pajak, maka pemerintah akan makin sulit merealisasikan penerimaan negara yang lebih baik.

Ia agar pemerintah tetap prudent dalam mengelola utang dan selalu terbuka menerima kritik. Kalau tidak, utang ini bukan tidak mungkin akan tembus Rp5.000 triliun. 

"Pemerintah harus mengevaluasi efektifitas defisit APBN yang diakibatkan oleh kebijakan fiskal ekspansif," tambah dia.

Idealnya, ekspansi fiskal harus berdampak pada peningkatan produktifitas yang tercermin pada peningkatan penerimaan negara dan menurunnya pembiayaan defisit ke depan.


500
komentar (0)