Home » Muda

USBN SD, PII: Jangan Beratkan Siswa dan Guru

print this page Jumat, 5/1/2018 | 14:16

LUSTRASI: RILISID/Hafiz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Sekretaris Jenderal Pelajar Islam Indonesia (PII) Aris Darussalam menilai, rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengganti Ujian Sekolah (US) dengan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) merupakan langkah mendidik siswa dan Guru.

"Itu menjadi salah satu cara Kemendikbud dalam meningkatkan fokus kompetensi guru membuat proses assesment di dalam kelas ataupun sekolah yang lebih baik. Maksudnya dalam melakukan pengujian lewat varian soal, bukan pada orientasi salah atau benar dalam menjawab," katanya kepada rilis.id,di Jakarta, Jum'at (6/1/2018). 

Namun, Aris berharap Kemendikbud bisa menyosialisasikan rencana penerapan program tersebut melalui proses lain, tidak hanya melalui ke sekolah. Hal itu agar masyarakat mengetahui tujuan dari USBN termasuk dan manfaatnya bagi anak mereka. Sosialisasi bisa melalui Training of Trainer (TOT) kepada para guru.

"Dengan seperti itu kan terlihat kesiapan dan ketepatan kebijakan yang akan digulirkan pemerintah. Jangan sampai membuat kegaduhan terlebih dahulu hingga sistem pendidikan kita (Indonesia) seolah tetap kelinci percobaan," ujarnya.

Aris juga meminta agar sistem USBN tidak memberatkan siswa SD, terlebih menjadi beban. Hal ini karena mereka masih terbiasa dengan sistem assesment yang mengedepankan penguatan pembangunan karakternya. Sementara dalam hal ujian menggunakan USBN mereka harus mengikuti delapan Mapel yang kerjakan.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, USBN SD diperkenalkan pada 2018. 

Dia berdalih, bahwa sistem USBN untuk  anak SD tidak hanya memudahkan para peserta didik dalam menempuh ujian, tetapi juga memberikan pelatihan-pelatihan kepada para guru agar semakin kompeten dalam menguasai mata pelajaran yang diajarkan.

 "Dengan adanya USBN ini, nanti guru-guru juga dilatih dan diberikan tugas menyusun soalnya melalui pertemuan  di  Kelompok Kerja Guru dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (KKG/MGMP),” ujarnya.

Penulis Tio Pirnando
Editor Elvi R

Tags:

USBNMendikbud Muhadjir EffendySDPII