logo rilis
Usai Usir Diplomat Rusia, Australia Akan Boikot Piala Dunia?
Kontributor
Syahrain F.
28 Maret 2018, 14:37 WIB
Usai Usir Diplomat Rusia, Australia Akan Boikot Piala Dunia?
Pendukung Timnas Australia. FOTO: Reuters

RILIS.ID, Canberra— Menyusul pengusiran diplomat Moskow di negara-negara Barat, Australia mempertimbangkan memboikot Piala Dunia 2018 yang akan digelar di Rusia.

Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan, langkah itu akan menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan setelah Inggris dan negara-negara Eropa lainnya sepakat menuding Rusia sebagai aktor penyerangan gas saraf terhadap agen ganda Sergei Skripal dan anaknya.

"Ada banyak langkah yang dapat ditempuh sebagai aksi lanjutan. (Pemboikotan) Piala Dunia merupakan salah satu langkah tersebut," ucap Bishop ketika mengumumkan pengusiran dua diplomat Rusia, kemarin (27/3/2018).

Namun, tak lama setelah pemberitaan tersebut ramai di media-media, Bishop mengklarifikasi pernyataannya dan menyebut, "Tidak benar. Pemerintah tidak berencana memboikot Piala Dunia," cuitnya melalui Twitter.

Melansir dari media Inggris, The Independent, sebelumnya, Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson telah lebih dulu mengemukakan kemungkinan pemboikotan Piala Dunia 2018--meskipun setelah itu Pemerintah Inggris mengklarifikasi bahwa langkah itu terlalu dini.

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull menegaskan, serangan terhadap Skripaldi Inggris perlu ditindaklanjuti dengan respons keras.

"Keamanan dan kesejahteraan kita telah diatur dalam landasan hukum internasional. Apabila tidak mengambil sikap, tindakan (penyerangan racun di kedaulatan negara lain) hanya akan menginjak-injak aturan itu," ucap Turnbull.

Australia juga menjadi salah satu negara yang melakukan tekanan agar Rusia menghentikan pengayaan program nuklirnya. 

Hubungan kedua negara memburuk usai sanksi internasional dijatuhkan terhadap Rusia mengenai keterlibatannya dalam kecelakaan pesawat Malaysia Airlines pada 2014. 


komentar (0)