logo rilis
Usai Jajan Permen, Balita di Riau Positif Narkoba
Kontributor
Kurniati
02 April 2018, 15:33 WIB
Usai Jajan Permen, Balita di Riau Positif Narkoba
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Riau— Seorang balita di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, positif narkoba setelah diduga mengkonsumsi jajanan permen kesukaan anak-anak.

"Kita akan segera menelusuri dugaan peredaran permen mengandung narkoba di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kita lakukan penyelidikan, dari mana barangnya," kata Kapolda Riau, Inspektur Jendral Nandang, di Pekanbaru, Senin (2/4/2018).

Seorang bocah berusia empat tahun di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, dinyatakan positif narkoba setelah rumah sakit setempat memeriksa urin anak perempuan tersebut.

Tidak hanya balita itu, sang ibu berinisial RN juga dipastikan positif narkoba setelah secara bersamaan melakukan pemerikaan urin di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat, akhir pekan kemarin.

Berdasarkan informasi sementara, kata Kapolda, keduanya memeriksa urin setelah sang ibu RN curiga dengan ulah anak perempuannya, karena terus berbicara dan tidak bisa tidur pada Jumat malam (30/3/2018).

"Jaringan narkoba melakukan beragam upaya. Mereka melakukan penjualan dengan tipu daya termasuk melalui permen," ujarnya.

Tujuannya, kata Nandang, tidak lain adalah menyasar generasi muda dan melemahkan bangsa Indonesia.

Terpisah, Kapolres Meranti, AKBP La Ode Proyek membenarkan perihal adanya bocah dan ibunya yang positif methafetamine dan amphetamin setelah menjalani pemeriksaan urin di RSUD setempat.

Meski begitu, La Ode enggan terburu-buru dalam menyimpulkan kasus tersebut dan lebih memilih untuk menunggu hasil uji labortarium dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM).

"Hasil tes urin memang positif, namun perlu dipastikan apakah benar dari permen atau lainnya. Kami masih menunggu uji labor," kata La Ode.

Terpisah, Kepala BBPOM Pekanbaru, Muhammad Kashuri mengatakan pihaknya telah menerima sampel permen yang dikirim oleh Kepolisian Resor Meranti. Pihaknya juga masih melakukan uji laboratorium terhadap kandungan permen tersebut.

"Baru kami terima sampelnya, akan kami uji secepatnya," kata Kashuri singkat.
 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)