logo rilis

Usai Jagung NASA 29, Dua Perusahaan Tambang Emas Minahasa Utara Minati Ayam KUB
Kontributor
Elvi R
11 Februari 2019, 16:53 WIB
Usai Jagung NASA 29, Dua Perusahaan Tambang Emas Minahasa Utara Minati Ayam KUB
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Setelah sebelumnya melakukan kerjasama pengembangan Jagung Nasa 29, kini BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara kembali melebarkan sinergi dengan dua perusahaan tambang di Sulawesi Utara yaitu PT. Meares Soputan Minang (MSM) dan PT. Tambang Tondano Nusajaya (TTN) yang tergabung dalam PT. Archi Group dalam pengembangan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (Ayam KUB) di wilayah Minahasa Utara.

Didi, pengawas pembinaan masyarakat PT. MSM saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (7/2) mengatakan, dengan melihat potensi produk jagung di Minahasa Utara, akan sangat baik jika disandingkan dengan pengembangan ayam kampung unggul.

"Kami akan mengembangkan ayam sebanyak 120 ribu ekor. Namun permasalahan kami adalah pasokan bibit DOC-nya masih didatangkan dari luar Sulawesi Utara. Terkait dengan itu, kami butuhkan planing akurat untuk kesiapan penuhi permintaan pasar akan ayam kampung unggul.” Tambahnya.

Menurut Didi, antusiasme petani dalam pengembangan jagung di wilayah tersebut menjadi potensi untuk dikembangkan komoditas lainnya, khususnya ayam.

“Karena produk jagung langsung diambil pihak MSM untuk dijadikan bahan pakan ternak. Oleh karena itu pihak MSM begitu concern terhadap kegiatan yang berorientasi pasar ini," ujarnya.

Didi menambahkan, apa yang dilakukan dalam kerjas ama ini signifikan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat pelaku usahatani disekitar tambang, yang menjadi tanggung jawab pihak perusahaan.

Manager PT. MSM Yusak mengatakan, pihak perusahaan sangat berkomitmen untuk mengembangkan wilayah minahasa utara tersebut menjadi kawasan pengembangan agribisnis terpadu.

Pihaknya mengharapkan agar Balitbangtan juga dapat menyiapkan jagung yang lebbih tahan naungan, mengingat di lokasi pengembangan berada pada kawasan diantara kelapa.

"Kami berharap di lokasi tersebut akan menjadi suatu best practice bagi masyarakat dan pihak lain,” tambah Yusak.

Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara Yusuf mengaku senang dengan antusiasme perusahaan yang tidak hanya berhenti pada kerjasama produksi jagung Nasa 29 saja.

“Kami sebagai sumber teknilogi inovasi pertanian di daerah menyambut baik inisiasi ini, dan siap untuk mengembangkan kerja sama, agar lebih luas skalanya serta lebih berorietasi agribisnis.” Ungkapnya.

Yusuf bertutur mengenai keunggulan ayam KUB yang akan dikembangkan ini.

“Ayam ini mampu bertelur hingga mencapai 160-180 butir per ekor per tahun, banding ayam kampung biasa hanya bertelaur 50-75 butir per tahun. Masa mengeram ayam KUB berkurang hingga tinggal 10 persen, sehingga ayam cepat bertelur kembali. Selain itu, ayam ini dapat tumbuh lebih cepat daripada ayam kampung biasa,” urai Yusuf.

Sumber: Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID