logo rilis
Usai Bondowoso dan Jember, Program Bekerja Kementan 'Sapa' Lumajang
Kontributor

24 Mei 2018, 21:56 WIB
Usai Bondowoso dan Jember, Program Bekerja Kementan 'Sapa' Lumajang
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (kanan), secara simbolis memberikan bantuan berupaya ayam kampung dan dimasukan ke kandang saat peluncuran Program Bekerja di Dusun Karangrejo, Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (24/5/2018). FOTO: Humas Kementan

RILIS.ID, Lumajang— Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, kembali meluncurkan Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja). Kamis (24/5/2018), program menyasar Dusun Karangrejo, Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh, Lumajang, Jawa Timur.

"Kabupaten Lumajang menjadi lokasi ketiga sasaran Program Bekerja di Jawa Timur, setelah Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Jember. Kami harap, akan menjadi solusi permanen untuk pengentasan kemiskinan di desa," ujarnya sela acara.

Sebanyak 14.029 rumah tangga miskin (RTM) menjadi sasarannya. Bantuan yang diserahkan meliputi 500 benih pohon manga arumanis, 1.900 batang polybag aneka sayuran, 1.000 ekor ayam beserta 20 kandang dan pakan enam bulan untuk 20 RTM, serta 10 ekor kambing kepada 10 RTM.

Total bantuan padat karya tersebut, mencapai Rp77,5 milyar dan dibagikan secara bertahap. Perinciannya, ayam dan kandangnya 666,4 ribu ekor (Rp70,6 miliar), 702 ekor kambing (Rp3,4 miliar), benih pohon mangga seluas 247 hektare (Rp1,9 miliar), serta sarana dan prasarana sayuran 125 hektare (Rp1,6 miliar).

"Apabila hewan ternak yang diberikan dikelola dengan baik, kami yakin, akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat prasejahtera," ucap peraih gelar doktor dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini.

Menteri Amran melanjutkan, ayam kampung yang diberikan akan bertelur saat berumur enam bulan dan berproduksi terus hingga usia dua tahun. "Yang penting, ayam tersebut harus terus dipelihara dan jangan dipotong," imbaunya.

Agar ayam berkembang dengan baik, Kementan akan memberikan pendampingan. Selain bernilai ekonomi, bantuan ayam juga membantu peningkatan gizi masyarakat prasejahtera. 

Melalui kolaborasi Pemerintah Daerah (Pemda) Lumajang dengan Program Bekerja Kementan, diharapkan ada kebangkitan ekonomi di level masyarakat prasejahtera. "Begitu kita tinggalkan kemiskinan, kemiskinan tidak terjadi lagi, karena kita terbiasa berproduksi," tuntas Menteri Amran.

Berdasarkan data Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), 16 persen penduduk (132.696 RTM) Lumajang berada di bawah garis kemiskinan. Mereka tersebar di 36 desa di tiga kecamatan. Sebanyak 63.510 RTM (48 persen) di antaranya, bergerak di bidang pertanian.

Program Bekerja Kementan sendiri, merupakan upaya pemerintah mengentaskan kemiskinan berbasis pertanian, baik jangka pendek, menengah, dan panjang. Untuk 2018, Program Bekerja ditargetkan menjangkau 200 ribu RTM di 776 desa di 10 provinsi.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)