logo rilis
​Upaya Swasembada Bawang Putih Tak Ganggu Harga
Kontributor
Fatah H Sidik
28 Maret 2018, 20:39 WIB
​Upaya Swasembada Bawang Putih Tak Ganggu Harga
Direktur STO Ditjen Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto (tengah), memimpin penanaman bawang putih di Temanggung, Jawa Tengah, 7 November 2017. FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik

RILIS.ID, Jakarta— Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan upaya-upaya mewujudkan swasembada bawang putih tak berdampak terhadap harga. Soalnya, Kementan telah mengantisipasi terjadinya lonjakan harga akibat kewajiban tanam bawang putih lima persen.

"Kami juga mengantisipasi dampak dari program ini terhadap harga jual ke konsumen. Jangan sampai kebijakan ini membuat bawang putih menjadi langka, sehingga harga tidak terjangkau oleh masyarakat," ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura, Prihasto Setyanto, di Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Pemerintah menargetkan swasembada bawang putih pada 2019. Salah satu upayanya melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2017 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (Permentan RIPH).

Baca: Kendalikan Harga Bawang Putih, Kementan Terbitkan Permentan RIPH

Dalam regulasi itu diatur, tiap importir diwajibkan tanam bawang putih sebanyak lima persen dari total impor yang diajukan. Asumsinya, tiap hektare memproduksi enam ton.

Anton, sapaan Prihasto, berkeyakinan demikian. Soalnya, pemerintah tak langsung menutup keran impor dalam rangka mewujudkan swasembada.

"Selain itu sebagai bentuk antisipasi dari harga tinggi, pemerintah bersama-sama Tim Satgas Pangan akan berupaya mengatur distribusi dan pemasarannya, agar dapat meminimalisir adanya indikasi yang tidak diinginkan," tambah dia.

Baca: Kementan Optimis Produksi Bawang Putih Surplus di 2018, Ini Alasannya

Mantan Kepala Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah ini melanjutkan, ada upaya lain untuk merealisasikan swasembada bawang putih. Misalnya, dukungan dari hulu ke hilir terhadap petani, penangkar, dan pelaku usaha.

"Diharapkan dapat mengurangi beban biaya produksi. Sehingga, harga jual masih sesuai dengan daya beli masyarakat," tutup Anton.

Baca: Kementan Siap Kembalikan Kejayaan Bawang Putih


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)