logo rilis
Untuk 2018, Mandiri Taikkan Porsi KUR hingga 50 Persen
Kontributor
Intan Nirmala Sari
23 Maret 2018, 14:29 WIB
Untuk 2018, Mandiri Taikkan Porsi KUR hingga 50 Persen
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Bank Mandiri akan memperkuat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke sektor produksi. Untuk itu, Mandiri tingkatkan porsi penyaluran KUR ke sektor produksi tahun ini menjadi 50 persen, dibandingkan tahun lalu yakni 47 persen. 

Pada 2017, pencairan KUR Mandiri ke sektor produksi seperti pertanian, perikanan, industri pengolahan dan jasa produksi mencapai Rp6,3 triliun, atau 47,47 persen dari total KUR yang disalurkan Rp13,34 triliun, dengan jumlah penerima 224.709 pelaku usaha sektor produksi. Komposisi itu bahkan melebihi kewajiban 40 persen yang ditetapkan Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian RI.

Senior Vice President Micro Banking Bank Mandiri Wawan Setiawan mengatakan, penguatan penyaluran ke sektor produksi akan dilakukan melalui penyaluran KUR Khusus kepada klaster/kelompok yang diinisiasi Kemenko Perekonomian tahun ini.

“Kami akan bekerja sama dengan mitra binaan nasabah korporasi dan komersial untuk penyaluran KUR. Selain itu, kami juga menggandeng kelompok tani atau koperasi untuk menyalurkan KUR ke anggotanya,” kata Wawan dalam sosialisasi program KUR 2018 di Lombok, NTB, Jumat (23/3/2018).

Sosialisasi itu sendiri, merupakan sinergi perseroan dengan Kemenko Perekonomian dalam mengenalkan peraturan baru tentang KUR, sebagaimana tertera dalam Permenko Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR Bagi Pemerintah Daerah dan UMKM, di mana pada 2018 ini suku bunga KUR diturunkan menjadi 7,0 persen.

Dari total penyaluran KUR Bank Mandiri ke sektor produksi, sebanyak Rp3,05 triliun disalurkan untuk sektor pertanian, Rp179 miliar ke sektor perikanan, Rp1,47 triliun ke industri pengolahan dan sektor jasa produksi sebanyak Rp1,63 triliun.

Bank Mandiri, lanjut Wawan, tahun ini juga menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp14,56 triliun, di mana Rp7,28 triliun akan disalurkan kepada sektor produksi. Adapun dalam dua bulan pertama tahun ini, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp1,94 triliun kepada 33.145 debitur.

“Selain menyalurkan, kami juga aktif melakukan pembekalan sekaligus pendampingn debitur KUR dalam rangka meningkatkan kapasitas debitur KUR, sehingga mampu naik kelas ke kredit komersial dengan limit yang lebih besar,” ungkapnya.

Bank Mandiri mendukung langkah pemerintah menurunkan bunga KUR menjadi 7,0 persen, dari 9,0 persen pada tahun lalu. Sebab, hal itu akan menarik minat masyarakat untuk mengajukan KUR dan memudahkan perbankan dalam menawarkan KUR ke masyarakat, sehingga banyak pengusaha kecil yang dapat mengakses kredit murah tersebut.

“Hal ini sangat baik, karena akan meningkatkan kemampuan pelaku usaha kecil dalam pengelolaan keuangan dan lebih fokus dalam mengembangkan usaha,” jelasWawan.

Kapasitas debitur KUR Bank Mandiri dalam mengelola sumber daya keuangan saat ini, kata Wawan, sudah baik. Hal ini tercermin dari kemampuan membayar pinjaman mereka, sehingga rasio kredit bermasalah (NPL) pun cukup rendah, yaitu 1,28 persen tahun lalu.

“Bahkan, NPL kami untuk penyaluran ke sektor produksi di 2017 tercatat sangat baik yaitu sebesar 0,11 persen,” tuturnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)