logo rilis

Universitas Mulawarman-BB Biogen Kerja Sama Pendidikan Bioteknologi dan SDG
Kontributor
Kurnia Syahdan
23 Oktober 2018, 22:30 WIB
Universitas Mulawarman-BB Biogen Kerja Sama Pendidikan Bioteknologi dan SDG
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Untuk melindungi Sumber Daya Genetik (SDG) atau Plasma Nutfah lokal di Provinsi Kalimantan Timur agar tidak diakuisisi oleh Negara lain, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, Samarinda, berkunjung ke Balai Besar Biogen, Kementerian Pertanian untuk menjajaki kerja sama yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman, yang akan ditandatangani nantinya.

Kepala BB Biogen, Mastur, menyambut langsung kedatangan dari Dekan Faperta Universitas Mulawarman, Rusdiansyah.

“Kami sangat senang dengan kedatangan bapak Rusdiansyah, apalagi kunjungan ke BB Biogen ini berkenaan dengan upaya kerjasama riset dan pendidikan bidang bioteknologi dan SDG, khususnya terkait upaya pelestarian dan pemanfaatan sumber daya genetik lokal di Kalimantan Timur,” katanya di Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Sementara itu, Dekan Faperta Universitas Mulawarman, Rusdiansyah, menjelaskan kedatangannya ke BB Biogen ini untuk mengadakan penjajakan kerja sama Fakultas Pertanian Mniversitas Mulawarman.

Kerja sama ini terkait dengan pendidikan dan penelitian tentang bioteknologi dan SDG, mengingat plasma nutfah lokal Kaltim sudah banyak yang tererosi.

"Sehingga kami melakukan penjajakan kerjasama dengan BB Biogen. Mudah-mudahan plasma nutfah di Kaltim semakin terjaga dan memberi manfaat," kata Rusdiansyah.

Ia mengatakan, Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki plasma nutfah sangat berlimpah, hanya saja, belum tertangani secara baik.

Banyak plasma nutfah seperti anggrek yang sudah banyak dibawa orang yang tidak bertanggung jawab keluar dari Kaltim dengan mudahnya dan tanpa izin  

"Itu harus kita fikirkan karena itu aset kita, bukan kita menilai dari harganya saja, akan tetapi itu adalah warisan yang akan kita turunkan ke anak kita. Kemudian buah–buahan di Kaltim itu banyak sekali lay, durian (Durio zibethinus), termasuk aren, langsat, jeruk dan masih banyak lagi. Sampai sekarang belum tertangani secara baik," kata Rusdiansyah.

Ia berharap, kerja sama yang akan terjalin ini nantinya akan saling menguatkan dalam sektor pendidikan, penelitian, termasuk menjaga plasma nutfah lokal di Kaltim.

"Kerja sama ini nantinya diharapkan juga dapat mendukung pembangunan Kaltim dan menyiapkan lulusan Universitas Mulawarman agar mampu menguasai bioteknologi dan mengelola SDG berkelanjutan," pungkas Rusdiansyah.

 

Sumber: Zulfikar/Mastur


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)