logo rilis

UNICEF: 2,8 Juta Anak Suriah Krisis Pendidikan
Kontributor
Syahrain F.
24 April 2018, 23:33 WIB
UNICEF: 2,8 Juta Anak Suriah Krisis Pendidikan
Anak-anak Suriah menerima bantuan dari Bulan Sabit Merah Turki, pada 29 Maret, 2018. Credit: Anadolu Agency/Emin Sansar 

RILIS.ID, Jenewa— Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) pada Senin menyatakan bahwa sebanyak 2,8 juta anak tidak mendapatkan pendidikan akibat perang saudara yang melanda Suriah sejak 2011.

Menjelang "Konferensi Mendukung Masa Depan Suriah dan Kawasan", yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Eropa (UE) di Brussel pada 24-25 April, UNICEF merilis sebuah pernyataan tertulis terkait situasi pendidikan anak-anak Suriah.

"Konflik selama tujuh tahun terakhir telah menyebabkan 2,8 juta anak Suriah kehilangan pendidikan.

“Sebagian dari anak-anak ini tidak pernah bersekolah, sementara sebagian lainnya tidak menerima pelajaran hingga tujuh tahun, sehingga sangat sulit bagi mereka untuk mengejar ketinggalan,” kata pernyataan tersebut.

UNICEF menambahkan, sebanyak 4,9 juta anak Suriah masih terus melanjutkan pendidikan meski perang, kekerasan dan migrasi di negara tersebut terus berlanjut.

Sejak konflik dimulai pada tahun 2011, 309 fasilitas pendidikan terkena serangan, sementara satu dari tiga sekolah tidak dapat lagi digunakan karena hancur, rusak, atau digunakan untuk keperluan militer dan menampung keluarga yang terlantar, tambah pernyataan tersebut.

Menurut UNICEF, 40 persen dari anak-anak yang tidak bersekolah di Suriah berusia 15 sampai 17 tahun, sehingga keadaan tersebut memaksa mereka menikah dini, mengikuti perang dan bekerja.

Sementara itu, Direktur Program Pangan Dunia (WFP) David Beasley yang tiba di Brussel untuk menghadiri konferensi, dalam sebuah pernyataan tertulis menyerukan pengumpulan dana yang lebih besar untuk membantu masyarakat Suriah.

Konferensi internasional yang akan diadakan di Brussel bertujuan untuk mengumpulkan dana dari negara-negara donor bagi jutaan warga sipil yang terkena dampak perang saudara di Suriah dan mendukung proses perdamaian.

 

 

Sumber: Anadolu Agency


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)