logo rilis

UNHCR: Puluhan Ribu Warga Sipil Terperangkap di Douma
Kontributor
Syahrain F.
12 April 2018, 08:40 WIB
UNHCR: Puluhan Ribu Warga Sipil Terperangkap di Douma
Warga Suriah dari kota Duma tiba di distrik Al-Bab Aleppo, Suriah, Selasa (10/42018). FOTO: Anadolu Agency/Hüseyin Nas?r

RILIS.ID, Jenewa— Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) memperingatkan bahwa situasi kemanusiaan di Ghouta Timur, khususnya di Douma semakin memburuk, di mana puluhan ribu warga sipil masih terperangkap.

"Kami memperkirakan bahwa lebih dari 133.000 jiwa telah melarikan diri dari Ghouta Timur selama empat pekan terakhir," kata juru bicara UNHCR Andrej Mahecic dalam konferensi persnya, Selasa (10/4/2018), di Jenewa.

"Yang menjadi perhatian khusus kami adalah nasib puluhan ribu warga sipil yang masih terperangkap," tambah dia.

Mahecic juga mengatakan, PBB belum memiliki akses kemanusiaan ke Ghouta Timur untuk menyalurkan bantuan.

Dia mengimbau kepada semua pihak untuk mengutamakan keselamatan penduduk sipil, termasuk kebebasan berpindah dan memilih tempat tinggal.

Pada 24 Februari, Dewan Keamanan PBB mengadopsi Resolusi 2401 yang menyerukan gencatan senjata selama sebulan di Suriah--terutama di Ghouta Timur--untuk distribusi bantuan kemanusiaan.

Meskipun begitu, bulan lalu, rezim Bashar al-Assad meluncurkan serangan darat--yang didukung oleh Rusia--untuk merebut kubu pertahanan terakhir kelompok oposisi.

Selama delapan bulan terakhir, pasukan rezim Assad telah meningkatkan pengepungan mereka di Ghouta Timur, sehingga hampir tidak mungkin makanan atau obat-obatan masuk ke distrik itu.

Bulan lalu, komisi penyelidikan PBB merilis laporan yang menuding rezim Assad telah melakukan kejahatan perang di Ghouta Timur, termasuk penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil.

Sumber: Anadolu Agency


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)