logo rilis
Undang Ulama ke Istana, Pengamat: Jokowi Redam Isu SARA
Kontributor
Nailin In Saroh
11 April 2018, 16:51 WIB
Undang Ulama ke Istana, Pengamat: Jokowi Redam Isu SARA
Presiden Joko Widodo bersama ulama. FOTO: Humas Setkab

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat Politik LIPI Wasisto Raharjo Jati mengomentari langkah Presiden Joko Widodo yang mengundang para ulama Jawa Barat ke Istana. 

Dia menilai, ajakan Presiden Joko Widodo kepada ulama untuk mendinginkan suasana jelang Pilkada 2018 merupakan bagian dari strategi calon presiden petahana itu untuk menangkal isu-isu yang berujung SARA.

"Saya pikir ini merupakan bagian dari strategi Jokowi menangkal adanya konservatisme Islam di ruang publik dengan mengajak partisipasi ulama tuk ikut aktif menangkal hoaks," ujar Wasisto di Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Selain itu, lanjutnya, ini merupakan cara Jokowi untuk membedakan antara mana yang 'menghormati ulama' dan 'memanfaatkan ulama'. 

"Dengan semakin banyak ulama yang dirangkul itu menunjukkan bahwa Presiden itu menghormati ulama di berbagai tempat. Hal itu sekaligus sebagai perlawanan terhadap mereka yang memanfaatkan ulama untuk kepentingan politik saja," jelasnya.

Menurut Wasisto, selain untuk menggaet suara di lumbung Prabowo Subianto, hal itu juga lantaran Jabar memiliki resistensi politik yang cukup besar.

"Karena selama ini Jabar dikenal sebagai daerah yang berpotensi bergolak politiknya sehingga penting kiranya bagi Jokowi sendiri merangkul ulama untuk memastikan suara umat," tukasnya.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengajak para ulama untuk ikut mendinginkan situasi menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018.

"Presiden mengajak agar para ulama mendinginkan situasi, menyejukkan situasi," kata Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Editor: Elvi R


500
komentar (0)