logo rilis
UMKM Minta Pemerintah Segera Urus Pelemahan Rupiah
Kontributor
Elvi R
03 Mei 2018, 16:49 WIB
UMKM Minta Pemerintah Segera Urus Pelemahan Rupiah
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Melemahnya Rupiah yang hampir menyentuh angka Rp14 ribu pagi ini Kamis (3/5/2018) membuat pengusaha kecil resah. Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia Ikhsan Ingratubun mengatakan, pelemahan Rupiah yang semakin menjadi-jadi berdampak pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). 

"Pelemahan Rupiah bikin daya beli masyarakat menurun dan UMKM banyak yang gagal bayar ke bank," ujarnya kepada rilis.id, Kamis (3/5/2018).

Menurutnya, melemahnya daya beli akan berdampak pada menurunnya pendapatan UMKM. Pada akhirnya, UMKM yang memakai pinjaman untuk modal usaha gagal membayar hutangnya ke bank. 

"Jelas kan sangat berdampak pada UMKM. Apalagi situasi politik dan keamanan pada tahun politik yang akhirnya membuat investor asing menahan diri masuk ke Indonesia," kata Ikhsan.

Pengusaha UMKM, lanjutnya, meminta pemerintah segera menangani pelemahan Rupiah dan tidak menyalahkan pengaruh global. Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru akan dilantik pun diharapkan memiliki rencana dan solusi bagi pelemahan Rupiah.

"Segeralah pemerintah serius menangani hal ini dengan tidak menyalahkan keadaan global," tandasnya.

Pagi ini, nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi melemah 22 poin menjadi Rp13.960 dibanding posisi sebelumnya Rp13.938 per dolar AS.

"Pergerakan dolar AS kembali menguat terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah, membaiknya ekonomi Amerika Serikat dan masih adanya penilaian akan perlambatan ekonomi di Eropa memberikan dorongan pada dolar AS," kata analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Dia menambahkan, pergerakan mata uang dunia juga dipengaruhi oleh masih adanya prospek kenaikan suku bunga The Fed.

Dari dalam negeri, lanjut Reza, data inflasi April 2018 yang tercatat lebih rendah dari bulan sebelumnya diharapkan juga direspons positif pasar. Apalagi, pemerintah menilai laju inflasi pada April 2018 sebesar 0,1 persen merupakan pencapaian yang baik.

"Diharapkan sentimen itu direspons positif pasar sehingga pelemahan nilai tukar rupiah dapat tertahan," katanya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai, penyesuaian suku bunga acuan bisa menjadi salah satu cara untuk meredam perlemahan rupiah yang terpengaruh oleh tekanan global.

"Itu salah satu cara yang biasanya berpengaruh kepada meredam atau memperlambat, kalau bisa menghentikan kurs," kata Darmin di Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Darmin mengatakan, kenaikan suku bunga acuan tersebut bisa menahan depresiasi rupiah agar tidak terus-terusan terpengaruh oleh sentimen positif dari membaiknya perekonomian AS. "Kalau tekanan kursnya berjalan terus, pasti adjustment-nya di tingkat bunga," katanya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)