logo rilis
Kesan Ulama soal Kepedulian Warga Aceh Pascatsunami
Kontributor
Syahrain F.
16 April 2018, 10:29 WIB
Kesan Ulama soal Kepedulian Warga Aceh Pascatsunami
Ustdaz Fadlan Garamatan, Ustadz Bobby Herwibowo, Tengku H. Nuruzzahri, Presiden ACT Ahyudin, dan Wali Kota Banda Aceh Aminullah bersiap melepas keberangkatan 1000 ton beras dari Masjid Baiturrahman, Banda Aceh, kemarin (15/4/2018). FOTO: RILIS.ID/Syahrain F

RILIS.ID, Banda Aceh— Dalam rangkaian acara pengiriman 1.000 ton beras ke Suriah, Syaikh Ali Jaber mengungkapkan pesan dan kesannya mengenai kepedulian bangsa Indonesia secara umum, dan warga Aceh secara khusus.

Menurutnya, meski pernah didera cobaan yang teramat berat dengan Tsunami 2004, penduduk Aceh mampu bangkit. Namun kini, warga kota yang dijuluki Serambi Mekkah itu justru mampu menyediakan 1.000 ton beras untuk membantu saudara-saudara mereka di Suriah.

"Rasa kepedulian masyarakat Indonesia kepada yang lain sangat luar biasa. Jiwanya mudah tergugah, apalagi Aceh. Ujian warga Aceh dari Tsunami. Butuh puluhan tahun untuk memulihkan jiwa dan mental mereka, belum lagi kotanya," kata Syaikh dalam pernyataannya yang diterima pada Senin (16/4/2018), di Banda Aceh.

"Tapi lihat sekarang kebersihan Masjid Baiturrahman, lingkungan menjadi indah serta jiwa masyarakat Aceh yang luar biasa. Ujian yang mereka hadapi itu sudah jadi cerita lalu. Sekarang Aceh sudah dapat membantu negara lain. Ini proses bukan mudah," lanjutnya.

Pesan kuat juga disampaikan oleh da'i asal timur, Papua, Ustadz Fadlan Garamatan. Dari yang dia pahami, Aceh menjadi jalur awal masuknya agama Islam ke wilayah Nusantara.

Berbicara dalam tabligh akbar pemberangkatan 1.000 ton beras ke Suriah oleh lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Fadlan memuji warga Aceh yang menurutnya telah mewakili bangsa Indonesia dalam urusan kepedulian terhadap sesama.

"Banda Aceh menjadi tempat awal masuknya peradaban Islam. Semangat tidak pernah hilang, walaupun ditinggal saudara, rumah mereka hancur, tanah dan negeri mereka berantakan. Hari ini Aceh mempersatukan Indonesia melalui kepedulian," ucapnya.

"Suriah kelaparan akibat perang, tapi Aceh mengatakan 'wahai saudara di Suriah, akulah saudaramu dari Indonesia'. Aceh telah mewakili Indonesia, melalui agenda kemanusiaan yang disalurkan oleh ACT," ujar Ustadz Fadlan.

Kemarin(15/4), ACT telah memberangkatkan 1.000 ton beras melalui konvoi truk-truk besar yang diberangkatkan dari Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Truk berisi bantuan dari rakyat Indonesia itu akan bertolak menuju ke pelabuhan Belawan, Medan, sebelum transit ke Turki, hingga didistribusikan ke Suriah. 1.000 ton beras tersebut dikumpulkan dari para petani Aceh yang tahun ini telah swasembada.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)