logo rilis

Ulama Dunia Deklarasi Tujuh Pesan Wasathiyyah Islam
Kontributor
Syahrain F.
03 Mei 2018, 12:54 WIB
Ulama Dunia Deklarasi Tujuh Pesan Wasathiyyah Islam
Ulama yang mengikuti High Level Consultation of World Muslims' Scholars On Wasatiyyat Islam melakukan sesi foto bersama usai mendeklarasikan Pesan Bogor, di Bogor, hari ini (3/5/2018). FOTO: RILIS.ID/Syahrain F

RILIS.ID, Bogor— Para peserta konferensi ulama Muslim dunia mendeklarasikan "Pesan Bogor" sebagai hasil akhir konsultasi selama tiga hari (1-3 Mei). Mereka bersepakat bahwa peradaban modern saat ini telah mengarah pada kekacauan dan kerusakan global.  Mereka juga meyakini bahwa solusi dari permasalahan itu ada pada ajaran Islam yang di dalamnya berisi konsep wassathiyah--yang diaplikasikan ke dalam tujuh komtmen Pesan Bogor. 

Perumusan makna wasathiyah itu diletakkan pada urutan pertama dalam tujuh pesan tersebut. Jika dirangkum, para ulama mendefinisikannya sebagai sikap adil, menghormati perbedaan, menempuh musyawarah dalam penyelesaian masalah, serta terlibat dalam upaya memperbaiki keadaan.

Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin menilai, paradigma wasathiyyah saat ini kian terabaikan. 

"Ini adalah satu kesepakatan untuk merevitalisasi paradigma wasthiyyah Islam. Jadi paradigma ini sangat sentral dalam Kitab Suci (Al-Quran) dan sudah pernah diterapkan dalam lintasan sejarah," jelas Din, Konferensi High Level Consultation of World Muslims' Scholars  On Wasatiyyat Islam melakukan sesi foto bersama usai mendeklarasikan Pesan Bogor, di Bogor, hari ini (3/5/2018).

"Kita menyaksikan ada ekspresi lain baik oleh umat Islam maupun orang luar yang menimbulkan aksi-reaksi. Inilah yang membuat dunia hiruk pikuk dan kacau balau," lanjutnya.

Pada kesempatan itu para ulama mengajak umat Islam serta negara-negara Muslim untuk menghidupkan kembali salah satu nilai dalam ajaran Islam tersebut. 

"Ini bukan suatu hal kecil dan kita harapkan akan bergulir. Marilah (jadikan) paradigma wasathiyyah ini harus dijadikan motivasi bagi umat Islam untuk mengamalkannya," seru mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu.

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)