logo rilis
Uang Rp5 M Diduga Hasil Korupsi e-KTP Dipakai Rapimnas Golkar 2012
Kontributor
Tari Oktaviani
22 Maret 2018, 14:34 WIB
Uang Rp5 M Diduga Hasil Korupsi e-KTP Dipakai Rapimnas Golkar 2012
Setya Novanto (dia dari kiri). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto menduga, uang hasil korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) mengalir ke Partai Golkar.

Pasalnya, kala itu keponakannya, Irvanto Hendra Pambusi, yang juga saat itu menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum Golkar memberikan uang Rp5 miliar untuk kepentingan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar, di Hotel Borobudur pada tahun 2012.

"Rp5 miliar itu untuk Rapimnas yang mulia, kalau yang lain kata Irvanto dia hanya terima bungkusan dan bungkusan itu dikasih ke temen Dewan (DPR). Menurut irvanto itu yamg sebagai kurir dia anterin itu," kata Novanto dalam persidangan tindak pidana kasus dugaan korupsi e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Lalu saat hal itu didalami oleh Jaksa KPK terkait aliran uang ke partai itu, Novanto mengaku tak tahu secara pasti. Namun yang jelas, mulanya Novanto menduga uang sumbangan sebesar Rp5 miliar dari kantong pribadi Irvanto.

Tetapi belakangan setelah tahu yang mengantar uang itu adalah Ahmad, yang merupakan kurir uang e-KTP suruhan Irvanto, barulah ia menduga Rp5 miliar itu bagian dari uang e-KTP.

"Saya pikiran waktu itu mungkin ada kerjaan dengan Andi tapi setelah saya lihat bahwa dengan adanya keterangan Ahmad maka saya meyakinkan bahwa ini pasti dari uang e-KTP," ungkapnya.

Oleh sebab itu, ia kemudian mengembalikan uang sebesar Rp5 miliar kepada KPK. Sebab, Novanto mengklain tak mau partainya ikut terlibat menikmati uang hasil korupsi e-KTP.

"Oleh karenanya sebagai pertanggungjawaban saya sebagai paman dari Irvanto Hendra apambudi dengan kesadaran sendiri kemudian saya mengembalikan uang sebesar Rp5 M tadi karena saya meyakini bahwa kalau Irvanto yang disuruh kembalikan saya seyakin-yakin dia tidak mampu," paparnya.

Di awal persidangan, Setya Novanto mengaku telah mengembalikan uang ke KPK sebesar Rp5 miliar.

"Saya telah melakukan oengembalian uang sebesar 5 miliar rupiah ke rekening KPK saya lakukan itu sebagai pertanggungjawaban saya," kata Novanto.

Setya Novanto didakwa telah kerugian negara Rp 2,3 triliun dari proyek e-KTP. Menurut jaksa, Setya Novanto yang dulunya menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar itu, secara langsung atau tidak langsung mengintervensi proses penganggaran serta pengadaan barang dan jasa dalam proyek e-KTP tahun 2011-2012.

Sejak awal proyek e-KTP telah diatur untuk menggunakan anggaran rupiah murni yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tujuannya, agar pencairan anggaran membutuhkan persetujuan DPR RI.

 

 

 

Editor: Taufiqurrohman


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)