logo rilis

Tutup Informasi HGU Sawit, BPN Dipetisi
Kontributor

28 Mei 2018, 16:59 WIB
Tutup Informasi HGU Sawit, BPN Dipetisi
Perkebunan sawit. FOTO: ditjenbun.pertanian.go.id

RILIS.ID, Jakarta— Forest Watch Indonesia (FWI) menyerahkan 53 ribu petisi ke Badan Pertahanan Nasional (BPN), Senin (28/5/2018). Sebab, sampai kini belum menjalankan putusan Mahkamah Agung (MA), agar membuka daftar pemegang hak guna usaha (HGU) lahan sawit.

"Ini adalah bentuk eskspresi ketidakpuasan publik terhadap sikap ketertutupan Kementerian ATR/BPN. Ke depan, kami akan mengajak lebih banyak lagi publik untuk menuntut adanya transparansi pengelolaan hutan dan lahan," ujar koordinator aksi, Anggi Putra Prayoga, di depan Kantor BPN, Jakarta, beberapa saat lalu.

MA memerintahkan BPN membuka dokumen HGU dan menyelesaikan petunjuk teknis terkait mekanisme pengambilan dokumen HGU pada 2017. "Sampai hari ini, pemerintah belum juga menunjukan itikad baik merealisasikan janji tersebut," ungkapnya.

Sementara itu, Pengkampanye FWI, Linda Rosalina, menyayangkan sikap BPN karena tak menjalankan perintah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP). Padahal, yang seringkali ditutup-tutupi merupakan informasi terkait pokok kebijakan dan kerap mengundang kontroversi.

Apalagi, pemberian izin HGU kepada korporasi tanpa disertai transparansi dan pengawasan publik. Sering pula menimbulkan dampak, seperti kehilangan hutan dan deforestasi, memicu konflik tenurial, praktik pembakaran hutan dan lahan. "Serta memperbesar ketimpangan penguasaan lahan," tuntasnya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)