logo rilis

Turki Kecam Manifesto Prancis soal Penghapusan Ayat Al-Quran
Kontributor
Syahrain F.
07 Mei 2018, 16:49 WIB
Turki Kecam Manifesto Prancis soal Penghapusan Ayat Al-Quran
Kitab Suci Al-Quran terjemahan bahasa Prancis. Credit: AFP/Jacques Demarthon

RILIS.ID, Ankara— Menteri Urusan Uni Eropa Turki Omer Celik mengecam manifesto Prancis yang mengusulkan penghapusan beberapa ayat Al-Quran.

Dia mengatakan, 300 tokoh Prancis terkemuka yang merancang manifesto takjauh berbeda dengan anggota "fanatik" Daesh yang menyimpulkan kekerasan dari Kitab Suci.

"Ini adalah contoh paling mencolok dari kekerasan intelektual dan barbarisme. Siapa pun orang-orang ini dan apa pun yang telah mereka lakukan hingga sekarang, (nama) mereka akan tertulis dalam sejarah kefanatikan," kata Celik di akun Twitter-nya.

"Barbarisme secara intelektual dan politik berpusat di dunia modern," lanjut Celik.

Celik menarik garis lurus antara pemahaman "barbar dan amoral" dengan ideologi kelompok Daesh .

Menurutnya, kelompok anti-Islam itu merupakan kerabat ideologis terdekat dari Daesh. 

"Ini akan menjadi subyek (materi) psikiatri-politik yang mengungkap bagaimana barbarisme meningkat di tengah-tengah Eropa, dan bagaimana mentalitas ini sama berbahayanya dengan Daesh," jelasnya.

"Mereka mempertahankan dirinya di balik konsep-konsep tertentu," tegas Celik.

Melansir kantor berita Anadolu Agency, Celik menilai, hal yang paling berbahaya dan mengancam dari mereka adalah label intelektual dan politik yang disematkan kepada orang-orang tersebut.

Sehingga, pandangan mereka yang sejatinya mengandung kekerasan dan kefanatikan menjadi tertutup dengan slogan-slogan "anti-kekerasan" yang mereka propagandakan.

"Sebenarnya mereka menyembah kefanatikan dan kekerasan. Sebanyak 300 tokoh Prancis ini sama seperti Daesh yang menyimpang dari Buku Petunjuk umat manusia,”

Pada 21 April lalu, sebanyak 300 tokoh Prancis terkemuka--termasuk mantan Presiden Nicolas Sarkozy dan mantan Perdana Menteri Manuel Valls--menandatangani manifesto yang diterbitkan di harian Prancis Le Parisien.

Mereka menuntut beberapa bagian dari Al-Quran, yang mereka klaim telah memasukkan referensi kekerasan dan anti-semit untuk dihilangkan.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)