logo rilis

Turki Balas Keluarkan Travel Warning ke Amerika
Kontributor
Syahrain F.
12 Januari 2018, 17:44 WIB
Turki Balas Keluarkan Travel Warning ke Amerika
Kantor Kemeterian Luar Negeri Turki. FOTO: hurriyetdailynews

RILIS.ID, Ankara— Kementerian Luar Negeri Turki pada Jumat (12/1) mengeluarkan peringataan bepergian (travel warning) untuk mengunjungi Amerika Serikat (AS).

Keputusan itu ditempuh sebagai upaya menghindari ancaman teror seperti kasus  penembakkan dan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga Turki.

Baca Juga

Menurut pernyataan kementerian, serangan teror dan tindak kekerasan di AS terpantau semakin meningkat.

Dalam pernyataan itu juga disebutkan, ancaman itu mengintai tempat-tempat publik seperti pusat kota, kegiatan-kegiatan kebudayaan, stasiun kereta, gedung publik, dan bahkan tempat ibadah.

Selain itu, sekolah juga tidak jarang menjadi target serangan bersenjata dan bom, serta pola serangan berbentuk penabrakan kendaraan ke keramaian.

Beberapa dari kasus-kasus itu antara lain serangan ke kampus Universitas Ohio, Bandara Fort Lauderdale-Hollywood, Masjid Dar Al-Farooq di Minnesota, sebuah gereja di Texas serta serangan penabrakan kendaraan ke keramaian di New York dan Charlotsville.

Terakhir, New York baru-baru ini diguncang serangan bom kereta bawah tanah yang ditenggarai sebagai aksi ekstrim kanan (anti-imigran) dan rasisme.

Selain itu, kementerian juga menyayangkan utusan Turki yang menjadi korban "penangkapan sewenang-wenang" otoritas AS. Penangkapan tersebut bahkan didasari keterangan sumber tidak terpercaya.

“Dalam situasi seperti ini, sangat penting bagi warga yang akan bepergian ke AS untuk mempertimmbangkan kembali rencana perjalanan mereka (ke AS) dan berhati-hati jika bepergian,” tulis pernyataan tersebut.

Departemen Luar Negeri AS dalam perbaruan travel warning yang mereka rilis beberapa waktu lalu menempatkan Turki, Sudan, Rusia, Pakistan, Guatemala, dan Venezuela sebagai negara berisiko kategori ketiga dalam hal keamanan.

Sumber: Anadolu Agency


#turki
#amerika serikat
#travel warning
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)