logo rilis
Tulis Surat Terbuka, Wahyu Setiawan Akan Mengundurkan Diri Sebagai Komisioner KPU
Kontributor
Tari Oktaviani
10 Januari 2020, 12:02 WIB
Tulis Surat Terbuka, Wahyu Setiawan Akan Mengundurkan Diri Sebagai Komisioner KPU
Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Komisioner KPU Wahyu Setiawan akan mundur dari jabatannya pasca menyandang status tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini ia sampaikan dalam surat terbukanya yang diserahkan kepada media saat hendak digiring ke rutan, Jumat dini hari tadi (10/1/2020).

"Dengan saya telah ditetapkan sebagai tersangka, maka dalam waktu segera saya akan mengundurkan diri sebagai anggota KPU," ujarnya dalam surat tersebut. 

Masih dalam surat yang sama, Wahyu meminta maaf kepada Pimpinan KPU lainnya dan juga kepada KPU di seluruh Indonesia. Ia berdalih bahwa kejadian ini murni kesalahannya.

"Saya menyampaikan permohonan maaf kepada ketua, anggota dan sekjen KPU atas peristiwa yang saya alami. Saya juga mohon maaf kepada seluruh jajaran KPU se Indonesia. Kejadian ini murni masalah pribadi saya dan saya menghormati proses hukum yang sedang dilakukan oleh KPK," tegasnya.

Di akhir penutup, ia meminta doa agar bisa menjalani proses hukum di KPK dan juga diberi kesehatan. 

"Mohon doa semoga saya diberi kesehatan dan kesabaran," ungkapnya.

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan sebagai tersangka dalam kasus suap terkait penetapan anggota DPR 2019-2024.

Tak hanya Wahyu, KPK juga menetapkan tiga tersangka lain yakni Agustiani Tio Fridelina (ATF) selaku mantan anggota Bawaslu yang juga orang kepercayaan Wahyu, caleg Harun Masiku (HAR) dan seorang swasta bernama Saeful (SAE). 

Sebagai penerima suap, Wahyu dan Agustiani dijerat Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara sebagai pemberi suap, Harun dan Saeful disangka melanggar Pasal pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

 

 

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID