logo rilis
Tuai Keprihatinan, Komisi III DPR Minta Usut Tuntas Kerusuhan Mako Brimob
Kontributor
Elvi R
10 Mei 2018, 17:30 WIB
Tuai Keprihatinan, Komisi III DPR Minta Usut Tuntas Kerusuhan Mako Brimob
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi III DPR RI Didik Mukrianto meminta jajaran kepolisian untuk mengusut tuntas kerusuhan yang terjadi di rutan Mako Brimob kemarin (9/5/2018). Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi keprihatinan dan duka yang mendalam bagi seluruh bangsa Indonesia.

"Ini keprihatinan dan duka kita atas gugurnya sejumlah anggota Polri di rutan Mako Brimob. Sungguh di luar dugaan, dan sangat mengagetkan," ungkapnya dalam keteranggan pers yang diterima rilis.id, di Jakarta, Kamis (10/5/2018).

Didik pun berharap kepada Kepolisian untuk segera mengatasi dan mengendalikan keadaan, melakukan investigasi yang menyeluruh atas kejadian tersebut.

"Pihak kepolisian juga harus menjelaskan seterang-terangnya sesuai fakta yang ada kepada masyarakat agar tidak ada berita yang simpang siur dan bisa menyesatkan," kata Didik.

Selain itu, dia meminta kepolisian segera  melakukan langkah-langkah strategis yang tepat, setelah mendapatkan informasi dan fakta kejadian. Kerusuhan ini, lanjut Didik, harus dijadikan introspeksi dan evaluasi secara menyeluruh, agar tidak terulang kembali.

"Saat sekarang ini yang paling bijak dan tepat bagi Kami Komisi III, memberikan support dan dukungan kepada Polri utk bisa segera menyelesaikan masalah ini dengan tepat dan layak," tandasnya.

Seperti diwartakan sebelumnya,  kerusuhan berawal pada siang sekitar pukul 15. 00 WIB sehari sebelumnya pada saat sedang dilakukan pemerikdaan terhadap napi teroris oleh penyidik Densus 88.

Tiba-tiba,  tahanan teroris yang berada di tahanan berteriak dan memukul tembok rutan menagih janji makanan yang tidak berikan.

"Setelah isya para tahanan teroris mendorong teralis besi hingga jebol kemudian para tahanan teroris mengambil senjata laras panjang dan menjebol ruang amunisi di dalam gedung tahanan.  Sehingga di areal lokasi tahanan terjadi baku tembak antara tahanan teroris dan personel Densus 88 dan personel Brimob," ujarnya sumber kepada rilis.id.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)