logo rilis

TTP Nglanggeran Bangun Bisnis Kakao di Gunung Purba Yogyakarta
Kontributor
Elvi R
05 Februari 2019, 15:00 WIB
TTP Nglanggeran Bangun Bisnis Kakao di Gunung Purba Yogyakarta
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Yogyakarta— Taman Teknologi Pertanian (TTP) Nglanggeran yang terletak di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta merupakan satu dari 43 Taman Sains Pertanian/taman Teknologi Pertanian yang dibangun oleh Badan Litbang Pertanian sebagai perwujudan dari Nawa cita yang diusung oleh pemerintah.

Berada di kawasan wisata gunung api purba Nglanggeran dan embung Nglanggeran, Taman Teknologi Pertanian ini berupaya untuk meningkatkan nilai tawar dan nilai tambah komoditas yang telah ada di wilayah tersebut yaitu kakao.

Meski kakao banyak tumbuh di pekarangan ataupun kebun warga Nglanggeran, namun sebelumnya pemanfaatannya masih belum optimal. “Dulu warga hanya menjual cokelat dalam bentuk buah, tapi sekarang masyarakat sudah diberi pelatihan bagaimana fermentasi cokelat, sehingga ada nilai tambahnya,” ungkap Astuti Adiati, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Gunungkidul, saat ditemui di lokasi TTP Nglanggeran, Jumat (1/2) yang lalu.

Dibangun sejak 2015, BPTP Yogyakarta ditugaskan sebagai penanggungjawab sekaligus memberikan pendampingan teknologi kepada masyarakat. “TTP dibangun di penghujung 2015, diatas tanah milik Sultan seluas 5.000 meter persegi dengan mekanisme kerjasama on farm di lahan masyarakat,” jelas Kepala BPTP Yogyakarta Joko Pramono.

Joko melihat, pada saat itu telah banyak tanaman kakao yang ada di wilayah Nglanggeran. “Sehingga dari hasil kajian kami, hal ini sangat cocok jika diintegrasikan dengan ternak, khususnya kambing PE.” Tambahnya.

Selain memperkenalkan teknologi integrasi kambing dengan kakao dan memberikan pendampingan serta pelatihan terkait budidaya kedua komoditas tersebut, Untuk lebih meningkatkan nilai tambah produk yang dihasilkan, juga dibangun pabrik mini pengolahan susu kambing dan kakao yang terletak di area wisata embung Nglanggeran.

“Pembingbingan Sumberdaya Manusia terus dilakukan sehingga mulai pada 2017 sudah mulai dapat dilakukan proses serah terima kepada pemerintah daerah,” tambah Sugeng Widodo, penanggungjawab TTP Nglanggeran 2015-2018.

Saat ini, aset dan pengelolaan TTP Nglanggeran telah sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah daerah Kabupaten Gunungkidul. Secara operasional, pengelolaan TTP dilakukan oleh Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani yang dibentuk seiring pengembangan TTP di wilayah itu. 

Astuti kembali menambahkan bahwa telah menjadi kebanggan tersendiri bagi Dinas Pertanian Gunungkidul untuk mengelola TTP ini, mengingat telah dilakukan beberapa studi kelayakan ekonomi untuk keberlanjutan TTP dan semuanya memperoleh hasil yang positif. “Basis integrasi kambing dan kakao terus didampingi mulai dari hanya menjual biji basah sekarang ini sudah biji kering untuk diolah di TTP. Termasuk minyak kakao yang telah  dieksport untuk diolah lagi menjadi kosmetik di Malaysia.” Tambahnya.

Aneka produk berbasis kakao dan susu kambing telah dihasilkan di TTP Nglanggeran. Untuk pemasarannya terutama dilakukan di lokasi wisata tersebut. Kemajuan yang dicapai oleh TTP Nglanggeran pun terbilang baik. Tercatat hingga akhir Desember 2018, terdapat 56 ribu pengunjung dengan keuntungan penjualan produk mencapai Rp30 juta per bulan.

Sumber: Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID