logo rilis
Trump: Penandatanganan Kesepakatan soal Perang Dagang Mungkin Segera Dilakukan
Kontributor
Elvi R
26 Februari 2019, 14:31 WIB
Trump: Penandatanganan Kesepakatan soal Perang Dagang Mungkin Segera Dilakukan
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia mungkin akan segera menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang dengan Presiden China Xi Jinping. Namun, jika negara-negara mereka dapat menjembatani perbedaan yang tersisa, dengan mengatakan, negosiator "sangat, sangat dekat" mencapai sebuah kesepakatan.

Pasar pun menguat setelah Trump mengatakan pada Minggu (24/2) bahwa ia akan menunda kenaikan tarif bea masuk US$200 miliar barang-barang Cina dan memperpanjang batas waktu 1 Maret untuk kesepakatan.

Keputusan Trump menghindari eskalasi lain dalam perang dagang antara dua ekonomi terbesar di dunia itu, yang telah merugikan kedua negara miliaran Dolar AS dan mengguncang pasar keuangan global.

Washington menuntut Beijing mengubah cara mereka melakukan bisnis dengan Amerika Serikat. Bahkan, menuntut lebih banyak akses bagi perusahaan-perusahaan AS. Penegakan perlindungan kekayaan intelektual, dan diakhirinya subsidi industri.

"Kami akan mengadakan KTT lagi, kami akan mengadakan KTT penandatanganan," Trump mengatakan pada pertemuan para gubernur AS pada Senin (25/2/2019) waktu setempat.

"Jadi semoga, kita bisa menyelesaikannya. Tapi kita sudah sangat, sangat dekat," kata Trump, yang kemudian pergi ke Vietnam untuk pertemuan puncak kedua dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Perunding AS dan Cina bertemu di Washington sepanjang akhir pekan, berupaya mencapai kesepakatan yang akan mengakhiri pertarungan tarif yang dimulai pada pertengahan 2018.

Trump mengutip kemajuan dalam pembicaraan sebagai alasan untuk tidak menaikkan tarif lebih lanjut untuk barang-barang Cina. Dia juga membunyikan nada peringatan, ketika dia mengatakan kesepakatan "bisa terjadi segera, atau mungkin tidak terjadi sama sekali." Masih belum jelas berapa lama kenaikan tarif akan ditunda. Seorang juru bicara Kantor Perwakilan Dagang AS mengatakan, agensi tersebut tidak memiliki pengumuman saat ini selain pernyataan presiden.

Para negosiator masih berjuang untuk mengatasi perbedaan tentang mekanisme untuk memastikan Cina memenuhi setiap janji yang dibuatnya sebagai bagian dari kesepakatan. Washington menginginkan adanya mekanisme penegakan hukum dalam kesepakatan itu.

Dengan asumsi kemajuan tambahan dibuat di kedua sisi, Trump mengatakan dia berencana untuk bertemu dengan Xi di Mar-a-Lago di Florida.

Trump mengatakan kepada para gubernur "sepertinya" negosiator Cina akan segera kembali untuk melanjutkan pekerjaan menuju kesepakatan.

Pembicaraan selama akhir pekan dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He ditangani oleh tim kecil perunding tingkat atas, termasuk Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, kata seorang sumber yang telah diberi pengarahan tentang pembicaraan tersebut.

Menteri Pertanian AS Sonny Perdue mengatakan, sejumlah masalah pertanian sedang dibahas dalam pembicaraan perdagangan, termasuk akses unggas, masalah ekspor daging sapi, makanan biji-bijian, etanol, dan pakan ternak yang dikenal sebagai distillers grains.

"Saya pikir itu pertanda baik bahwa Cina memperpanjang masa tinggal mereka," kata Perdue kepada wartawan, Senin (25/2).

Dia mengatakan dia mengerti diskusi-diskusi memasuki masalah "seluk-beluk" dan bahwa wakil perdana menteri China "terlibat langsung dalam negosiasi baris-demi-baris atas masalah ini, termasuk pertanian." Namun Perdue mencatat Amerika Serikat tidak akan "dibeli" dan pembelian itu sendiri tidak cukup.

Pada Senin (25/2) pagi, Trump menulis dalam tweet: "Kesepakatan Perdagangan China (dan banyak lagi) dalam tahap lanjut. Hubungan antara kedua negara kami sangat kuat. Karena itu saya setuju untuk menunda kenaikan tarif AS. Mari lihat apa yang terjadi?"

Sumber: ANTARA




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID