logo rilis
Trump Disebut Presiden AS Paling Tidak Paham soal Palestina
Kontributor
Syahrain F.
09 Mei 2018, 17:33 WIB
Trump Disebut Presiden AS Paling Tidak Paham soal Palestina
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Washington— Seorang politisi Amerika mengecam Presiden Donald Trump karena ketidakpeduliannya terhadap isu-isu yang dihadapi orang-orang Palestina.

Berbicara di sebuah panel yang diselenggarakan organisasi think tank yang bermarkas di Washington, Profesor dari Georgetown University Michael Hudson mengatakan Trump adalah presiden "paling Zionis dan paling tidak memahami persoalan Palestina".

Hudson juga mengatakan Trump akan mendapatkan nilai terburuk di antara jajaran pemimpin AS dalam penanganan Palestina.

AS bermaksud secara resmi merelokasi kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem pada tanggal 14 Mei--bertepatan dengan peringatan 70 tahun pendirian diresmikannya penjajahan di tanah Palestina pada tahun 1948.

Hari itu disebut oleh warga Palestina sebagai “Nakba” atau “Bencana Besar”, ketika lebih dari 700 ribu orang Palestina Arab melarikan diri atau diusir dari rumah mereka.

Melansir dari Anadolu Agency, Profesor dari Universitas George Washington Ilana Feldman menyampaikan, orang-orang Palestina yang harus meninggalkan rumah mereka setelah Nakba akan menjadi pengungsi di wilayah pendudukan dan negara-negara Arab tetangga, dan hal itu akan berkontribusi pada fragmentasi komunitas Palestina.

Zaha Hassan, warga Timur Tengah dari lembaga New America di Washington menyoroti bahwa ada 80 ribu orang Arab di Gaza sebelum gelaran Nakba. Namun jumlah itu membengkak menjadi 200 ribu semalam, yang berarti mayoritas lebih dari 2 juta orang Palestina di Gaza adalah pengungsi atau keturunan mereka.

Hassan mengkritisi komunitas internasional karena tidak cukup mengatasi krisis pengungsi di Gaza.

Ketegangan telah memuncak antara Palestina dan Zionis di seberang perbatasan Gaza ketika warga Palestina mengadakan demonstrasi yang menuntut hak untuk kembali ke rumah mereka di Palestina, di mana mereka diusir pada tahun 1948.

Menurut angka Kementerian Kesehatan Palestina, sejak demonstrasi dimulai pada 30 Maret, setidaknya 47 demonstran Palestina telah tewas dan ratusan lainnya terluka.


500
komentar (0)