logo rilis

Trump dan Mattis Tak Kompak soal Penarikan Pasukan dari Suriah
Kontributor
Syahrain F.
27 April 2018, 20:56 WIB
Trump dan Mattis Tak Kompak soal Penarikan Pasukan dari Suriah
Donald Trump dan Jim Mattis. Credit: AP/Susan Walsh

RILIS.ID, Washington— Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis mengatakan, negaranya akan memperluas operasi di Suriah meskipun Presiden Donald Trump menyatakan kesediaan untuk menarik mundur pasukan.

"Kami melanjutkan perjuangan [melawan Daesh]. Kami akan memperluas dan membawa lebih banyak dukungan regional," kata Mattis dalam sidang Komite Senat Bersenjata, kemarin (26/4/2018).

Menekankan kehadiran anggota koalisi anti-Daesh di wilayah itu, dia mengatakan pertarungan akan berlanjut sampai Suriah benar-benar bersih dari Daesh.

Melansir Anadolu Agency, Mattis juga mengatakan operasi melawan Daesh akan meningkat di sisi perbatasan Irak, sementara Prancis telah memperkuat AS di Suriah dengan pasukan khusus dalam dua pekan terakhir.

Awal bulan ini, Trump mengatakan pasukan AS akan meninggalkan Suriah "segera" karena Daesh telah dikalahkan, dengan alasan pembelanjaan AS di Timur Tengah sia-sia dan mengurangi pengeluaran domestik.

Namun, Pentagon menyampaikan, kabar tentang rencana penarikan pasukan Amerika keluar dari Suriah merupakan sebuah "rumor". Justru, AS dikabarkan akan menambah pasukan untuk terus memerangi Daesh di sana. Trump kemudian setuju untuk mempertahankan pasukannya di negara itu untuk jangka pendek.

Pada konferensi pers bersama baru-baru ini dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Gedung Putih, Trump kembali menegaskan bahwa dia ingin pasukan Amerika kembali dari Suriah namun juga tidak ingin Iran memperkuat pengaruhnya di kawasan itu, terutama setelah kekalahan Daesh.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)