logo rilis
Tren Kekerasan Seksual Beralih ke Anak Laki-laki
Kontributor
Tio Pirnando
20 Maret 2018, 12:23 WIB
Tren Kekerasan Seksual Beralih ke Anak Laki-laki
Retno Listyarti. FOTO: RILIS.ID/ Elvi R

RILIS.ID, Jakarta— Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan, tren kekerasan seksual dilakukan oknum guru terhadap peserta didik saat ini sudah berubah. Jika sebelumnya, kekerasan dialami ke peserta didik perempuan, sekarang trennya ke siswa laki-laki.

"Trennya pun berubah, kalau sebelumnya korban kebanyakan anak perempuan, tetapi data terakhir justru korban mayoritas anak laki-laki. Korban mayoritas berusia SD dan SMP," ujarnya di Jakarta, Senin (19/3) kemarin.

Retno menjelaskan, KPAI pada 2018 telah menerima banyak pengaduan yang didominasi oleh kekerasan fisik dan anak korban sekitar 72 persen. Sedangkan kekerasan psikis 9 persen, kekerasan financial atau pemalakan 4 persen dan kekerasan seksual 2 persen. 

Retno mencontohkan kekerasan seksual oleh oknum guru di kabupaten Tangerang korbannya mencapai 41 siswa, kasus di Jombang korbannya mencapai 25 siswi, kasus di Jakarta korbannya 16 siswa, kasus di Cimahi korbannya 7 siswi, dan kasus oknum wali kelas SD di Surabaya korbannya mencapai 65 siswa. 

"Oknum guru pelaku kekerasan seksual di sekolah juga beragam, ada guru yang berstatus sebagai wali kelas (umumnya ini di jenjang sekolah dasar, karena di SD di kenal guru kelas bukan guru mata pelajaran). Sedangkan di  jenjang SMP dan SMA atau yang sederajat, pelaku adalah oknum guru mata pelajaran yang di antaranya mengajar bahasa Indonesia, olahraga dan bahkan pendidikan agama," paparnya.

Sementara, untuk modus para oknum guru ini  beragam. Misalnya, korban dibujuk rayu dengan iming-iming memberikan kesaktian seperti ilmu kebal dan ilmu menarik perhatian lawan jenis (semar mesem). Selain itu, ada dalih untuk pengobatan dan ruqyah. 

"Ada juga modus yang meminta anak didik membantu mengoreksi tugas, memasukkan nilai ke buku nilai, dan bahkan dalih memberikan sanksi tetapi dengan melakukan pencabulan," tuntas dia.

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)