logo rilis

Travel Advisory Belum Berdampak terhadap Kunjungan Wisman di Sulut
Kontributor

17 Mei 2018, 19:41 WIB
Travel Advisory Belum Berdampak terhadap Kunjungan Wisman di Sulut
Pemandangan bawah laut di Pulau Bunaken, Sulawesi Utara, menjadi salah satu tempat wisata air yang kerap dikunjungi wisatan domestik dan mancanegara. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Manado— Peringatan bepergian (travel advisory) ke Indonesia oleh sejumlah negara pascateror bom di beberapa daerah, belum berdampak terhadap kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulawesi Utara.

Soalnya, kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulut, Jhonny Lieke, wisman yang berkunjung di daerahnya mayoritas berasal dari Cina. Sedangkan jumlah wisman dari negara yang mengeluarkan travel advisory, tak signifikan.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Marhedy Tenggehi, menguatkan pernyataan PHRI. Dominasi wisawatan asal Cina masih mendominasi hingga April 2018.

"Wisman yang datang ke Sulut didominasi oleh warga Tiongkok, sebanyak 8.753 orang atau 86,54 persen dari keseluruhan wisman," ujarnya. Hal tersebut dipengaruhi penerbangan sewa yang diinisiasi Pemerintah Sulut dan Cina sejak dua tahun terakhir.

Di bawah Cina, wisman terbanyak kedua di Sulut adalah Jerman 213 orang (2,11 persen), Amerika Serikat 198 orang (1,96 persen), Hongkong 115 orang (1,14 persen), dan Singapura 101 orang (satu persen). Lalu, Inggris 84 orang (0,83 persen), Perancis 72 orang (0,71 persen), Australia 59 orang (0,58 persen), Malaysia 35 orang (0,35 persen), dan Belanda 28 orang (0,28 persen).

Sementara jumlah wisman yang datang ke Sulut melalui pintu masuk Bandara Sam Ratulangi pada Maret 2018, mencapai 10.114 orang.

Sedikitnya 12 negara mengeluarkan travel advisory ke Indonesia, menyusul insiden teror bom di sejumlah daerah, beberapa hari terakhir. Di antaranya, Amerika, Hongkong, Inggris, Australia, Singapura, dan Malaysia.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)