logo rilis

Tragedi Tsunami Flores yang Memilukan
Kontributor
Yayat R Cipasang
11 Desember 2017, 17:00 WIB
Tragedi Tsunami Flores yang Memilukan
FOTO: pressreader.com

BENCANA Tsunami dahsyat akibat gempa tektonik tidak hanya terjadi di Aceh 26 Desember 2004 yang berkuatan 9,3 Skala Richter (SR) dan menewaskan 115.000 orang. Juga sebelumnya terjadi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, 12 Desember 1992 yang menewaskan lebih dari 2.000 jiwa.

Peristiwa 25 tahun silam itu masih membekas bagi warga Flores dan Babi, dua pulau yag paling parah terkena hantaman gempa dan tsunami sekaligus. Ketinggian tsunami mencapai 25 meter.

Baca Juga

Gempa berkekuatan 7,5 SR terjadi pukul 13.29 Wita dengan pusat gempa di kedalaman 35 kilometer barat laut Kota Maumere. Tsunami hebat terjadi karena gempa tersebut memicu longsor di bawah laut.

Menurut Heryadi Rachmat, Perekayasa Utama pada Museum Geologi, Badan Geologi, daerah Nusa Tenggara dan sekitarnya adalah daerah gempa bumi aktif. Sampai saat ini tercatat lebih dari 24 gempa besar terjadi di sana. 

Aktivitas gempa yang tinggi ini seperti ditulis dalam majalah internal GeoMagz, disebabkan penyusupan lempeng (tektonik) Australia ke arah utara di bawah lempeng Asia. Gerakan ini diimbangi oleh terjadinya penyusupan lempeng ke arah selatan di utara Flores dan Pantar-Alor.

Salah satu akibat gerakan lempeng di daerah ini adalah terjadinya gempa Sumba 19 Agustus 1977 berkekuatan 7,0 SR dan tsunami, 7 Oktober 1977 dengan 5,9 SR, dan gempa Pantar pada 26 November 1987 dengan besaran 5,9 SR da Flores 12 Desember 1992.

Peristiwa gempa disertai tsunami di Flores tidak terdekomentasi dengan baik di dalam negeri. Ini karena saat itu sangat minim perhatian dari ilmuwan Indonesia.

Seperti ditulis nationalgeographic.co.id, hingga tahun 1992, Indonesia belum memiliki ahli tsunami sehingga riset soal tsunami Flores lebih banyak dilakukan ahli-ahli Jepang. Perhatian kalangan ilmuwan Indonesia terhadap tsunami baru terbangkitkan setelah tsunami Aceh.

 


#flores
#tsunami
#riwayat
#gempa bumi
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)