logo rilis
Tradisi Unik Masyarakat Biak Jadi Daya Tarik Festival Muara Wampasi 2019
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
04 Juli 2019, 11:30 WIB
Tradisi Unik Masyarakat Biak Jadi Daya Tarik Festival Muara Wampasi 2019
FOTO: Kemenpar

RILIS.ID, Jakarta— Masyarakat di Kepulauan Biak, Papua, memiliki tradisi seni dan kebudayaan yang unik. Hal itu yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung dalam Festival Biak Muara Wampasi VII di Kepulauan Biak, Papua, pada 1-6 Juli 2019.

Sekretaris Daerah Kepulauan Biak, Markus Mansnebra, mengatakan, wilayahnya itu mempunyai tradisi seni dan kebudayaan yang beragam antara lain snap mor atau menangkap ikan di air laut surut, dan apen beyeren atau berjalan kaki di atas batu panas.

Menurut dia, budaya unik masyarakat Biak ini ditampilkan pada Festival Biak Munara Wampasi 2019.

“Selain atraksi yang dihadirkan pada festival tersebut, wisatawan pun bisa melakukan snorkeling untuk mengamati biota laut dan terumbu karang di Spa Biak. Daerah ini juga memiliki destinasi wisata unggulan lain yaitu Telaga Samares, Pantai Batu Picah, dan Gua Jepang,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/7/2019). 

Markus mengungkapkan, pagelaran budaya yang berbalut pariwisata ini semakin membuka mata masyarakat untuk senantiasa mengubah haluan dari bidang kelautan di mana masyarakatnya lebih banyak bekerja sebagai nelayan, kini perlahan mulai berfokus kepada pariwisata.

“Sebagian besar masyarakat di Biak sudah semakin sadar bahwa pariwisata membawa dampak yang baik terlebih dengan mengutip ungkapan Menteri Pariwisata Arief Yahya bahwa pariwisata semakin dilestarikan semakin menyejahterakan. Hal tersebut, semakin nyata bahwa pariwisata bisa memberikan dampak besar bagi perekonomian selain sebagai nelayan,” jelasnya. 

Di tempat yang sama, anggota Calender of Event Kementerian Pariwisata, Raseno Arya, mengatakan, festival ini juga semakin memperlihatkan keberadaan pariwisata Indonesia dari sisi yang lain, yakni sisi budaya.

“Biak menjadi salah satu pulau paling indah di Indonesia Timur selain kekayaan alam, ada juga pulau tiga warna. Kita melihat bahwa kekuatan budaya sangat menonjol sehingga sangat layak untuk dipelihara dan dilestarikan, nuansa budaya juga harus lebih dikentalkan lagi,” paparnya. 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID