logo rilis
Trade War Picu World War?
Kontributor

28 Maret 2018, 10:42 WIB
Trade War Picu World War?

Para ekonom kini tengah menyoroti terjadinya perang dagang di tingkat global antara Amerika dengan Cina. Apabila negara-negara sasaran penerapan posisi kebijakan proteksionisme Amerika Serikat melakukan retaliasi atau pembalasan. Tentu akan menyebabkan ketidakpastian yang akhirnya kemudian mengganggu pasar global termasuk Indonesia.

Pada dekade 1930-an, pernah terjadi perang dagang dimana kondisi tersebut kemudian berujung pada Perang Dunia II. Kita tentunya tidak mau terjadi trade war yang akhirnya menjadi world war III. Perlu dicatat, ancaman perang dagang itu menambah front rivalitas kedua negara, selain rivalitas di ranah politik kawasan, khususnya di Laut China Selatan.

Belum lama ini, kapal perusak USS Mustin berlayar di dekat Mischief Reef di Kepulauan Spratly dan melakukan operasi manuver. Perairan tersebut merupakan wilayah yang disengketakan China, Brunei, Malaysia, Vietnam, Filipina dan Taiwan. Juru Bicara Armada Pasifik Amerika Serikat, Letnan komandan Nicole Schwegman berdalih, aktivitas tersebut dilakukan sesuai dengan hukum intemasional. China pun geram. Kementerian Pertahanan China mengatakan, dua kapalnya telah mengidentifikasi kapal Amerika dan memberi peringatan untuk segera meninggalkan wilayah tersebut. Beijing memperingatkan, tindakan kapal Amerika membahayakan keamanan dan kedaulatan China dan mengancam kestabilan regional.

Graham Allison, pakar politik di Harvard Kennedy School of Government mengingatkan, dalam beberapa tahun ke depan sejumlah ketegangan bisa menyebabkan krisis dalam hubungan AS-China. Peringatan serupa disampaikan Kishore Mahbubani dari Lee Kuan Yew School of Public Policy, Singapura. Saat kekuatan nomor satu di dunia (AS) menjelang diungguli kekuatan baru (China), tulis Kishore di buku ASEAN Miracle (Keajaiban ASEAN)", persaingan dua kekuatan itu akan mencapai tingkat paling sengit. Nah, apakah situasi sekarang menjadi tanda persaingan sengit itu sudah dimulai?

Negara-negara yang menjadi sasaran kebijakan proteksionisme Presiden AS Donald Trump karena terjadi defisit perdagangan yaitu China, Korea Selatan, lepang, Meksiko, dan Kanada. Mari Elka berharap kemungkinan terjadinya perang dagang tersebut dapat diperlemah lewat dinamika dalam negeri AS terutama melalui para pebisnisnya yang masih menginginkan impor secara murah. Walaupun Indonesia bukan merupakan sasaran kebijakan proteksionisme AS, dampaknya masih akan dirasakan secara tidak langsung karena rantai produksi perekonomian global saat ini telah membuat negara terbuhung satu sama lain.

Diplomasi Ekonomi & Keamanan

Indonesia akan mengalami dampak tidak langsung kebijakan AS meskipun tidak masuk sasaran regulasi. Dia menjelaskan bahwa 50 persen ekspor Indonesia ke China secara tidak langsung digunakan untuk ekspor lagi oleh Negeri Tirai Bambu tersebut ke negara-negara lain. Kondisi semacam itu juga terjadi dalam perdagangan dengan Korea Selatan (40 persen) dan Jepang (20 persen). Bayangkan kalau Jepang dan China terkena dampak proteksionis, maka kita akan terkena dampak secara tidak langsungnya itu. Akan lebih parah kalau terjadi perang dagang.

Indonesia perlu lebih aktif melakukan diplomasi ekonomi yang saling menguntungkan antara kedua negara, dan ini bukan hal yang mustahil untuk dilakukan. Upaya pembangunan dialog antara Indonesia dan AS tersebut penting mengingat Trump saat ini tengah membangun agenda dan prinsip baru kebijakan politik luar negeri dan ekonomi AS. Diplomasi ekonomi juga perlu diperluas mencari pasar alternatif, sehingga mampu mengomunikasikan kebijakan-kebijakan kepentingan ekonomi Indonesia.

Indonesia juga perlu menyiapkan diri menjaga kawasan untuk mengantisipasi dampak dari penerapan perang dagang antara Amerika dengan China. Bersiap-siap mengamankan kawasan, karena ini menjadi jalur utama untuk terjadinya ketegangan, bagaimanapun dampaknya kepada kita. Perang dagang menjadi permulaan atas perang militer, apalagi Menteri Luar Negeri Amerika Rex Tillerson telah mengirimkan sinyal memperkuat militer Amerika di Laut China Selatan. Langkah-langkah perlu diambil untuk menghindari dampak yang lebih besar bagi Indonesia


#Perang
#Dagang
#WorldWar
#TradeWar
#Laut Cina Selatan
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID