logo rilis

Tolak Praperadilan Imam Nahrawi, Hakim Beri Alasan Ini
Kontributor
Nailin In Saroh
12 November 2019, 19:07 WIB
Tolak Praperadilan Imam Nahrawi, Hakim Beri Alasan Ini
Ilustrasi Imam Nahrawi

RILIS.ID, Jakarta— Hakim Tunggal Elfian menjelaskan alasan pihaknya menolak seluruh permohonan yang diajukan oleh mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Alasannya, penetapan tersangka yang dilakukan oleh termohon, dalam hal ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinyatakan telah sah.

"Termohon telah melakukan pemeriksaan, menemukan dua alat bukti, yaitu surat pernyataan dan bukti surat yang memuat perkara a quo," ujar Elfian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/11/2019).

Walhasil, hakim menyetujui pendidikan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Sprin.Dik/94/DIK.00/01/08/2019 tertanggal 28 Agustus 2019 adalah sah.

"Tanggal 28 Agustus 2019 sudah dikeluarkan Sprindik pemohon sudah melakukan tindak pidana korupsi," tegasnya.

Hakim juga menyetujui surat penahanan terhadap Imam Nahrawi tertanggal 27 September 2019 adalah sah.

Sebelumnya, pihak Imam menilai surat penahanan yang ditanda tangani Ketua KPK Agus Rahardjo tidak sah dan cacat secara hukum. Pasalnya,  saat konferensi pers pada 13 September 2019, Agus bersama dua wakilnya Laode M Syarif dan Saut Situmorang menyerahkan mandat kepada Presiden Joko Widodo.

"Secara resmi facto pimpinan KPK yang mengundurkan diri ini masih melakukan tugasnya," sebut Elfian.

Berdasarkan hal tersebut, berarti tidak ada kekosongan pimpinan di KPK sehingga apa yang dilakukan oleh KPK untuk melakukan penahanan terhadap Imam adalah sah. Sementara itu, tentang Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan UU KPK disetujui Elfian baru berlaku tanggal 17 Oktober 2019.

"Maka segala tindakan tindakan termohon pada Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebelum 17 Oktober 2019 adalah tetap sah," jelasnya lagi.

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID