logo rilis
Tojo Una-una Ekspor Jagung ke Filipina
Kontributor
Kurniati
02 Juni 2018, 04:37 WIB
Tojo Una-una Ekspor Jagung ke Filipina
Ilustrasi Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat meninjau pabrik jagung. FOTO: Humas Kementan

RILIS.ID, Jakarta— Kabupaten Tojo Una-una (Touna), Sulawesi Tengah, akan menjajaki pasar ekspor Jagung ke Filipina.

Mereka akan memulai penambahan areal tanam baru (PATB) jagung hingga 20.000 hektare, yang merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian.

“Sampai Oktober tahun ini, kita targetkan sekitar 20.000 hektare jagung ditanam," kata kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Touna, Muhammad Nur Rahmat. 

Bila target luas tanam tercapai, katanya, maka jagung akan berlimpah di Touna sehingga bisa ekspor ke luar negeri. 

Berdasarkan data Statistk Pertanian, data penggunaan lahan di Kabupaten Touna terdapat lahan kering untuk pengembangan jagung berupa tegalan, ladang dan perkebunan, masing-masing 19.817 hektare, 8.642 hektare dan 8.870 hektare. 

Kabupaten Touna saat ini salah satu penghasil jagung terbesar di Sulawesi Tengah dengan mengandalkan jagung di bawah tegakan pohon kelapa.

"Posisi Touna yang strategis di bawah Khatulistiwa membuat jagung tetap mendapat sinar matahari, meskipun di bawah tegakan kelapa," kata Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi. 

Sementara itu, menurut Direktur Institut Agroekologi Indonesia (INAgri), Syahroni, SP, upaya pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah di wilayah perbatasan, merupakan langkah jitu yang out of the box.

"Selama ini frame berpikir pejabat ekspor harus dari Jakarta, padahal masyarakat tradisional telah melakukan ekspor sejak puluhan tahun di wilayah perbatasan," kata Syahroni. 

Menurut Syahroni, wilayah perbatasan merupakan teras dan etalase negeri yang perlu diurus dengan baik sehingga menampakkan Indonesia sebagai negeri agraris yang subur.

Pada 2017, luas panen jagung di Touna 11.475 hektare. Bila rencana penanaman jagung sampai Oktober terealisasi 20.000 hektare, maka akan terjadi lonjakan produksi di akhir tahun nanti. 

"Rencana penanaman jagung yang luasnya hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya harus perhatikan efek domino yang mungkin terjadi. Sebut saja harga jagung di tingkat petani yang saat ini stabil Rp 2.800 hingga 3.000 per kilogram, kemungkinan harga turun. Ini yang harus diantisipasi,” kata Syahroni. 

Luas tanam jagung yang meningkat signifikan tentu diikuti produksi jagung yang berlimpah.

"Dorongan pemerintah pusat untuk ekspor harus lintas sektoral, tidak hanya dari Kementan tetapi kementerian terkait lain termasuk yang bertanggungjawab pada perijinan," kata Syahroni. 

Sebut saja dengan menjalin kerjasama dengan calon eksportir di masing-masing wilayah potensial. 

 “Kita pasti bisa ekspor jagung, apalagi hasil panen jagung yang pasti melimpah nanti,” tutur Kepala Bidang PSP, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Touna, M Ichsan Mursali.  

Bila target luas tanam 20.000 hektare tercapai dengan provitas rata-rata 5 ton per hektare yang ditanam 2 kali setahun, maka tiap tahun Touna menghasilkan 200 ribu ton jagung.

"Ke depan luas tanam tersebut ditingkatkan lagi hingga 100.000 hektare sehingga produksi mencapai 1 juta ton," kata Ichsan optimistis.

Sumber: Pronika


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)