logo rilis

TNI dan Masyarakat Gotong Royong Benahi Infrastruktur Pasca Banjir di Bima
Kontributor

19 Februari 2018, 16:24 WIB
TNI dan Masyarakat Gotong Royong Benahi Infrastruktur Pasca Banjir di Bima

MATARAM - Aparat TNI di Kodim 1608/Bima dan jajaran, bersama masyarakat di sejumlah Desa bergotong royong membenahi infrastruktur yang rusak pasca banjir bandang yang melanda sejumlah lokasi di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selain membersihkan saluran air atau drainase yang tersumbat lumpur dan kotoran sampah sisa-sisa banjir, gotong royong juga melakukan perbaikan jalan berlubang dan juga membuka jalur-jalur alternatif dan jembatan darurat akibat putusnya fasilitas jembatan utama.

"Anggota Kodim Bima dan jajaran Koramil hingga para Babinsa langsung turun membantu warga bergotong royong pasca banjir di sejumlah lokasi di Bima. Alhamdulillah hingga saat ini apa yang dilakukan sudah dapat membantu meringankan beban warga di lokasi-lokasi terdampak," kata Kepala Penerangan Korem 162/Wira Bhakti Mataram, Mayor Inf Dahlan S.Sos, saat dijumpai Senin (19/2) di Mataram.

Dahlan memaparkan, di Desa Nggelu, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, hujan deras selama akhir pekan lalu menyebabkan jembatan utama di Desa itu terputus, tergerus banjir bandang. Putusnya jembatan yang merupakan satu-satunya penghubung Desa Nggelu dan Kecamatan Lambu itu menyebabkan jalur transportasi lumpuh total.

Melihat kondisi itu, papar Dahlan, Babinsa Desa Nggelu, Posramil Lambu, Koramil 1608-03/Sape, Serda Syahdan bersama masyarakat setempat berupaya membangun jembatan alternatif dari kayu.

"Babinsa Nggelu, jajaran Koramil Sape dan masyarakat setempat melakukan gotong royong membangung jembatan alternatif dari kayu pada Minggu (18/2). Informasi terakhir, saat ini Senin (19/2) jembatan sudah bisa digunakan menghubungkan dua desa, minimal untuk pejalan kaki maupun kendaraan roda dua," katanya.

Selain membangun jembatan alterbatif dari kayu, jajaran TNI dan masyarakat Desa Nggelu juga membuat jalan alternatif sementara, serta membersihkan kawasan sungai yang terhambat sisa banjir, agar arus sungai menjadi lancar dan tidak terulang kejadian banjir serupa.

Jembatan alternatif sangat berguna bagi masyarakat setempat, sambil menunggu proses renovasi jembatan utama yang rusak, yang akan dilakukan Pemda melalui Dinas PU Bima.

Kapenrem Dahlan menjelaskan, selain di Desa Nggelu, gotong royong antara TNI dan masyarakat juga dilakukan di Desa Sanolo, di manaBabinsa Sanolo Koramil 1608-02/Bolo, Kopda Arasul bersama masyarakat melaksanakan gotong royong menggali saluran air di Dusun Muku, Desa Sanolo.

Sementara itu di Desa Tanah Putih, Babinsa Tanah Putih Koramil 1608-03/Sape Koptu Edy Syahbudin juga melaksanakan gotong royong bersama warga binaan membersihkan material berupa lumpur yang ada di jalan raya Dusun Doro Sari, Desa Tanah Putih, agar jalan tersebut bersih dan bisa digunakan maksimal oleh masyarakat.

"Babinsa Mpili Koramil 1608-05/Donggo, Serka Ridwan juga melakukan gotong royong membantu warga dalam perbaikan pagar yang roboh akibat dihantam banjir," katanya. 

Sedangkan anggota Posramil Belo, Koramil 1608-04/Woha, dipimpin Danpos Ramil, Pelda Syafrudin bersama ratusan masyarakat Desa Teke, Kecamatan Palibelo, melaksanakan Karya Bhakti pembersihan sungai pasca banjir dengan tujuan untuk mencegah terjadinya luapan banjir.

Sementara itu, secara terpisah, Dandim 1608/Bima, Letkol Inf Bambang Kurnia Eka P mengapresiasi langkah tanggap dan cepat yang dilakukan jajarannya bersama masyarakat di Bima.

Dandim Bambang berharap apa yang diupayakan masyarakat bersama para Babinsa di sejumlah lokasi pasca banjir bisa menringankan beban masyarakat. 

Termasuk pembuatan jalan dan jembatan alternatif yang sifatnya sementara dan hanya bisa dilewati pejalan kaki dan kendaraan roda dua, agar ditaati oleh masyarakat sehingga jalan tersebut bisa digunakan sampai jembatan utama selesai diperbaiki oleh Dinas terkait.

"Semoga segala usaha yang dilakukan secara bersama-sama ini dapat memberikan manfaat yang posistif. Termasuk juga bagi masyarakat Desa Nggelu khususnya sehingga tidak menghambat pasokan kebutuhan pokok," kata Dandim Bambang.
 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID