logo rilis
TNI AD Tak Akan Paksa Zohri untuk Jadi Prajurit
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
18 Juli 2018, 20:25 WIB
TNI AD Tak Akan Paksa Zohri untuk Jadi Prajurit
ILUSTRASI: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Pelari muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, mendapatkan beragam sambutan dan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari TNI Angkatan Darat, usai menjadi juara dunia lari 100 meter U-20 di Finlandia. TNI AD bahkan langsung menawarkan Zohri untuk menjadi prajurit dari matra darat tersebut. 

Meski begitu, menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen Alfret Denny Tuejeh, pihaknya tak akan memaksa bila Zohri tidak tertarik untuk menjadi tentara. 

"Kita tetap memanggil yang bersangkutan untuk dibina, cuma kalau memang yang bersangkutan tidak bersedia ya tidak masalah," kata Denny di Gedung Kartika Media Center, Jakarta, Rabu (18/7/2018). 

Denny menjelaskan, sudah menjadi kewajiban satuan teritorial TNI AD, dalam hal ini komando distrik militer (kodim) untuk mencari dan merekrut prajurit yang terbaik. Pencarian prajurit berkualitas itu, menurut dia, salah satunya melalui prestasi olahraga. 

"Memang setiap kodim kita berikan target untuk mendapatkan SDM yang berkualitas. Kita boleh mencari SDM yang berkualitas melalui jalur-jalur seperti memanggil seseorang," ujarnya. 

Sebelumnya, Komandan Korem 162/WB, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, memberikan peluang kepada Zohri untuk menjadi prajurit TNI tanpa tes. Zohri, ungkap dia, dipersilakan untuk langsung mendaftarkan diri di Ajenrem 162/WB.

Lalu Muhammad Zohri merupakan atlet Indonesia pertama yang sukses menjadi juara dunia lari 100 meter meski untuk kategori U-20.

Atlet berusia 18 tahun ini meski berada di lintasan delapan mampu menggebrak atlet negara lain yang selama ini menguasai nomor tersebut.

Salah satu atlet yang disiapkan untuk Asian Games 2018 ini mampu membukukan cat0atan waktu 10,18 detik.

Zohri mampu mengalahkan dua sprinter asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison, yang masing-masing mencatatkan perolehan waktu 10,22 detik.

Waktu yang dicatatkan oleh atlet asal Lombok Utara, Nusa Tenggara Timur ini hanya terpaut tipis dengan catatan waktu mantan sprinter Indonesia, Suryo Agung Wibowo yaitu 10,17 detik yang ditorehkan pada SEA Games 2009 di Laos.

Atas prestasi tersebut, Zohri banyak mendapatkan apresiasi termasuk dari Presiden Joko Widodo. Bonus juga terus mengalir pada atlet yatim piatu ini.

Kementerian Pemuda dan Olahraga memberi bonus Rp250 juta, selaih itu juga perbaikan rumahnya di Lombok Utara.

Editor: Elvi R




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID