logo rilis
TKA Masuk Tanah Air Dinilai Sulit, Pengamat: Praktiknya Enggak tuh
Kontributor
Tio Pirnando
10 Maret 2018, 23:55 WIB
TKA Masuk Tanah Air Dinilai Sulit, Pengamat: Praktiknya Enggak tuh
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat ketenagakerjaan Univeritas Indonesia (UI) Aloysius Uwiyono mengatakan, secara aturan Tenaga Kerja Asing (TKA) masuk ke Tanah Air itu memang sangat sulit.  Namun, dalam pelaksanaanya, sangat mudah menemukan TKA berkeliaran di Indonesia

"Secara yuridis TKA sangat sulit masuk ke Indonesia, tetapi kenyataan dalam praktik sehari-hari enggak tuh, banyak sekali TKA yang bukan tenaga ahli masuk ke Indonesia, terutama dari Cina dan Korea," ujarnya kepada rilis.id, Sabtu (10/3/2018).

Guru Besar Ilmu Hukum Perburuhan UI ini menyindir, dipermudahkanya perizinan TKA ahli/profesional masuk ke Indonesia dan Perpresnya tengah digodok pemeritah, sebaiknya tak memasukkan tenggang waktu. 

Karena, hingga kini tak ada TKA yang dikatakan ahli dalam bidang tertentu di Indonesia. TKA yang dikatakan ahli juga tidak melakukan transfer pengetahuan ke putra bangsa.

"Batasan sampai kapan harus dipermudah enggak perlu lagi lah. Karena sampai sekarang tidak ada tuh TKA yang benar-benar ahli, sehingga perlu TKI pengganti yang akan menerima transfer of tehnology atau transfer of know how dari TKA," tukas dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar masyarakat tak perlu khawatir dengan TKA ahli/profesional yang akan masuk ke Tanah Air. Pasalnya, Indonesia masih kekurangan tenaga kerja yang mempunyai keterampilan di sektor tertentu.

"Banyak keahlian yang belum cukup untuk men-support proyek-proyek yang miliaran dolar, kita kasih saja dulu waktu ke mereka (TKA ahli).  Karena apa, tenaga kerja kita saat ini belum bisa berkembang sendiri. Karena kalau hanya SDM dalam sendiri itu proyek tidak cepat selesai dalam bidang tertentu," ujarnya.

Saat ini, kata mantan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) itu, pemeritah tengah menyelesaikan aturan izin kerja TKA terkait visa.

"Saya usulkan apabila ada TKA yang memiliki kontrak dengan perusahaan di Indonesia, TKA itu haruslah bekerja sesuai dengan kontrak yang ada dan di kemudian hari meninggalkan Indonesia," bebernya.

Dia menegaskan, Indonesia harus mencari solusi untuk perbaikan kemajuan negara, bukan malah memperdebatkan perkara masuknya TKA ahli. Luhut juga mengaku, pemeritah tak tinggal diam terhadap putra-putri bangsa. 

"Pemerintah tengah menyiapkan tenaga kerja Indonesia agar memiliki kompetensi khusus, sehingga dapat bersaing. Itu dilakukan dengan mengembangkan pendidikan dan pelatihan vokasi. Kita kerja sama dengan Menteri Perindustrian, sekarang mereka sedang melatih. Yang menggantikan orang-orang asing itu nanti ya mereka," tukas dia.

Editor: Yayat R Cipasang


500
komentar (0)