logo rilis
Titik Kemacetan dan Rawan Kecelakaan di Jalur Mudik Sleman
Kontributor

09 Juni 2018, 23:21 WIB
Titik Kemacetan dan Rawan Kecelakaan di Jalur Mudik Sleman
Mudik. ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Sleman— Dinas Perhunbungan Kabupaten Sleman, Yogyakarta, memetakan kawasan-kawasan yang rawan terjadi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas pada jalur mudik 2018 di wilayahnya. Diperkirakan tak jauh berbeda dengan tahun lalu.

"Titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas hampir sama dengan tahun lalu, seperti di Jalan Solo, Jalan Magelang, dan Jalan Wates," ujar Kadishub Sleman, Mardiyanta, di Sleman, Sabtu (9/6/2018).

Titik rawan kecelakaan, katanya, berada di tiga titik pengawasan. Di antaranya, kawasan Jalan Yogyakarta-Solo kilometer 13 hingga 14, Jalan Yogyakarta-Magelang kilometer 15 hingga 17, serta Jalan Wates kilometer 5 dan kilometer 7 hingga 8.

"Kami juga sudah memetakan titik-titik kemacetan lalu lintas. Yakni, di simpang empat Tempel Jalan Magelang, kawasan flyover Jombor, Pasar Gamping, simpang empat Kentungan, simpang tiga Maguwoharjo, simpang tiga Bandara Adisutjipto, dan kawasan Prambanan," bebernya.

Di sisi lain, Mardiyanta memprediksi, terjadi peningkatan jumlah kendaraan pemudik, baik itu mobil pribadi maupun sepeda motor pada mudik Lebaran 2018. Jumlah mobil pribadi ditaksir naik empat persen menjadi 1.608.141.

"Jumlah kendaraan mobil pribadi pada arus mudik 2017, sebanyak 1.546.289 kendaraan," katanya. "Sedangkan sepeda motor pada 2017, tercatat sebanyak 2.680.656 motor. Tahun ini, diperkirakan mencapai 2.732.410 atau naik dua persen," lanjut dia.

Mardiyanta memperkirakan, puncak arus mudik lebaran 2018 terjadi pada 13 Juni. Sedangkan puncak arus balik, 19 Juni.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)