logo rilis

Tips Menyaring Berita Itu Hoaks atau Bukan di Media Sosial
Kontributor
Ning Triasih
08 Oktober 2018, 22:06 WIB
Tips Menyaring Berita Itu Hoaks atau  Bukan di Media Sosial
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Berita palsu alias hoaks menjadi fenomena yang mengkhawatirkan di seluruh dunia. Apalagi, menjelang pemilihan umum di Indonesia, penyebaran hoaks kian marak di media sosial.

Facebook, sebagai salah satu jejaring sosial dengan pengguna terbanyak di Indonesia, berkomitmen untuk berpatisipasi dalam memerangi penyebaran berita palsu.

"Kami ingin memastikan bahwa orang-orang memiliki akses untuk mendapatkan informasi yang terpercaya dan akurat di Facebook," ujar Facebook Indonesia dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (8/10/2018) seperti dilansir ANTARA.

Karenanya, Facebook mengaku sangat serius dalam menangani penyebaran berita palsu dan telah menempatkan upaya melawan misinformasi sebagai salah satu prioritas utama.

Dalam upaya mengurangi penyebaran berita palsu, Facebook menggunakan teknologi dan tim peninjauan konten, melakukan berbagai rangkaian program edukasi seputar literasi berita.

Berikut beberapa tips dari Facebook yang dapat dipraktikkan untuk mengidentifikasi berita palsu yang beredar di media sosial.

1. Bersikaplah skeptis terhadap judul

Cerita berita palsu seringkali memiliki judul bombastis dengan huruf kapital dengan tanda seru. Karena itu, jika judulnya terlihat mengejutkan dan tidak dapat dipercaya, maka kemungkinan informasi itu hoaks belaka.

2. Perhatikan baik-baik URL-nya

URL palsu atau yang dibuat mirip aslinya bisa jadi tanda peringatan adanya berita palsu. Banyak situs berita palsu berpura-pura sebagai sumber berita autentik dengan sedikit mengubah alamat URL. Anda dapat membuka situs tersebut dan membandingkan alamat URL-nya dengan sumber terpercaya.

3. Selidiki sumbernya

Pastikan berita tersebut ditulis oleh sumber yang Anda percaya memiliki reputasi keakuratan yang baik. Jika berita tersebut berasal dari organisasi yang tidak dikenal, baca profil di situs mereka untuk mempelajari selengkapnya.

4. Perhatikan format yang tidak biasa

Banyak situs berita palsu yang salah eja atau punya tata letak yang tak sewajarnya. Bacalah dengan saksama untuk melihat tanda-tanda tersebut.

5. Cek fotonya

Kabar berita palsu sering berisi gambar atau video yang dimanipulasi. Terkadang foto tersebut memang asli, tetapi konteksnya berbeda. Anda dapat menelusuri foto atau gambar tersebut untuk mencari tahu asalnya.

6. Periksa tanggalnya

Kabar berita palsu mungkin berisi linimasa yang tidak masuk akal, atau tanggal peristiwa yang sudah diubah.

7. Periksa buktinya

Periksalah sumber informasi penulis untuk menginformasi keakuratannya. Kurangnya bukti atau ketergantungan terhadap ahli-ahli yang tidak disebutkan namanya dapat mengindikasikan kabar berita palsu.

8. Lihat laporan lainnya

Jika tidak ada sumber berita lainnya yang melaporkan berita yang sama, hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa berita tersebut palsu. Sebaliknya, jika berita tersebut dilaporkan oleh beberapa sumber yang Anda percayai, maka kemungkinan berita tersebut benar.

9. Apakah berita tersebut hanya lelucon?

Terkadang kabar berita palsu sulit dibedakan dengan humor atau sindiran. Cek apakah sumbernya memang biasa menampilkan parodi, serta apakah rincian cerita dan nadanya menunjukkan bahwa berita tersebut hanya sekadar lelucon.

10. Beberapa berita dipalsukan dengan sengaja

Pikirkan secara kritis berita yang Anda baca. Kemudian, bandingkan dengan berita yang Anda ketahui apakah itu dapat dipercaya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)