logo rilis
Tingkatkan Wawasan, BBLitvet Lakukan Bimtek Bioinformatika Deteksi Penyakit Hewan
Kontributor
Elvi R
23 April 2019, 12:30 WIB
Tingkatkan Wawasan, BBLitvet Lakukan Bimtek Bioinformatika Deteksi Penyakit Hewan
Workshop Nasional dengan tema Bioinformatics for Animal Diseases Detection di Hotel Sahira, Bogor (22/4). FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Bogor— Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementan NLP Indi Dharmayanti mengatakan, deteksi penyakit secara molekuler saat ini berkembang dengan pesat, karena mampu digunakan untuk diagnosa  dengan cepat dan spesifik. Selain itu, biomolekuler juga dapat digunakan untuk melakukan karakterisasi organisme secara umum maupun khusus untuk agen penyebab penyakit dan juga untuk melakukan rekayasa genetik.

“Untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan dalam melakukan analisa data molekuler dalam menentukan karakter suatu mikorganisme penyebab penyakit dan rekayasa genetik,  Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Veteriner melakukan bimbingan teknis bioinformatika untuk deteksi penyakit hewan,” terangnya  dalam pembukaan acara Workshop Nasional dengan tema Bioinformatics for Animal Diseases Detection di Hotel Sahira, Bogor (22/4/2019). 

Menurutnya, bioinformatika memiliki peluang yang sangat besar untuk berkembang, karena memiliki banyak cabang ilmu yang terkait dengannya. Kendati demikian, saat ini belum dikenal secara luas oleh masyarakat di Indonesia. 

Selain itu, di masa revolusi industri 4.0 sektor pertanian termasuk di dalamnya kesehatan hewan juga perlu beradaptasi untuk menjawab tantangan ke depan. Revolusi industri 4.0 kata Indi, dapat diartikan sebagai adanya ikut campur sebuah sistem cerdas dan otomasi dalam industri. Hal ini digerakkan oleh data melalui teknologi machine learning dan AI (Artificial Intelligence). Salah satu bidang yang paling banyak terdampak oleh revolusi industri 4.0 adalah bidang kesehatan  dan bioteknologi.

“Saya berharap kegiatan ini mampu meningkatkan wawasan dan kemampuan bioinformatika, sehingga mampu melakukan analisa data molekuler dan karakterisasi mikroorganisme dan rekayasa genetik, terutama untuk deteksi penyakit hewan maupun pengembangan teknologi vaksin,” ungkapnya.

Kegiatan yang diikuti oleh 120 peserta dari berbagai institusi baik dari lingkup maupun dari luar Kementerian Pertanian ini dilaksanakan selama 5 hari mulai dari 22-23 April 2019 untuk teori tentang bioinformatika dan 24-26 untuk praktek aplikasi bioinformatika yang akan dilakukan di Balai Besar Penelitian Veteriner, Bogor.

Adapun narasumber dari dalam dan luar negeri. Di antaranya Lee McMichael dari Queensland University, Australia, Stanly Pang dari Murdoch University, Australia, Widya Asmara dari Universitas Gadjah Mada, Indi Dharmayanti dari Balai Besar Penelitian Veteriner, Silvia Triwidyaningtyas dari Universitas Indonesia, dan Hidayat Trimarsanto dari Lembaga Molekuler Eijkman.

Sumber: BBLitvet/Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID