logo rilis
​Tingkatkan Produksi Padi, Jarwo Super Diterapkan di Lahan Pasang-Surut Kalteng
Kontributor
Fatah H Sidik
11 Juni 2018, 23:07 WIB
​Tingkatkan Produksi Padi, Jarwo Super Diterapkan di Lahan Pasang-Surut Kalteng
Penampakan demfarm kaji terap jarwo super pada lahan pasang-surut di Desa Tahai Jaya, Kecamatan Maliku, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (7/6/2018). FOTO: Balitbangtan Kementan

RILIS.ID, Pulang Pisau— Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) mengimplementasikan inovasi jajar legowo (jarwo) super pada lahan pasang-surut di Desa Tahai Jaya, Kecamatan Maliku, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, saat musim tanam April-September 2018. Alasannya, sentra produksi tertinggi dan pertanaman padi terluas di Kalteng.

Pertimbangan lain, merupakan kawasan pertanian nasional tanaman pangan di Kalteng. "Sesuai dengan Permentan 56 Tahun 2016," ujar Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalteng, Dr. FF Munier. penerapan jarwo super dilakukan pada musim tanam April-September 2018. 

Inovasi jarwo super diterapkan pada lahan pasang-surut di Pulang Pisau, lantaran uji coba di beberapa demonstrasi plot (demplot) hasilnya memuaskan. Produktivitas padi varietas Inpari 42 di Kecamatan Kota Besi, Kotawaringin Timur, periode tanam 5 September-13 Desember 2017, meningkat 96,36 persen atau menjadi 8,64 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.

Begitu juga pada demplot di Kapuas. Produktivitas padi periode tanam 31 Mei-11 September 2017 untuk varietas Inpara 8 sebanyak 7,4 ton GKP per hektare dan varietas Inpari 30 sebesar 5,7 ton GKP per hektare. "Terjadi peningkatan peroduktivitas padi sebesar 63-111 persen," ungkapnya.

Peneliti padi BPTP Kalteng, Dr. Susilawati, menerangkan, ada perubahan komponen teknologi saat mengimplementasikan jarwo super di lahan pasang-surut Kalteng. Yakni, menggunakan benih bermutu varietas unggul baru (VUB) atau sesuai selera petani.

"Hal ini perlu ditekankan, mengingat masyarakat di lahan pasang-surut sangat memperhatikan bentuk gabah dan rasa nasi," jelasnya.

Begitu pula untuk biodekomposer. BPTP Kalteng mengaplikasikan Biotara. Selanjutnya, memberikan kapur dolomit dan arang sekam di lahan-lahan sulfat masam, penambahan pupuk hayati sebagai seed treatment berupa agrimeth dan pemupukan berimbang sesuai hasil analisis tanah. "Pengendalian organisme pengganggu tanaman secara terpadu, serta penggunaan mekanisasi pertanian," imbuh dia.

Munier berharap, kegiatan percontohan tersebut meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani. "Melalui kerja sama antarkelompok untuk menerapkan inovasi baru di bidang pertanian serta memberikan contoh bagi petani di sekitarnya," inginnya.

Sementara itu, Penangung jawab (Pj) Kegiatan Kaji Terap Inovasi Pertanian BPTP Kalteng, Sandis W Prasetya SP, menerangkan, demarea seluas 7,5-10  hektar ini didesain sebagai kegiatan sekolah lapang (SL) bagi penyuluh dan petani. Sehingga, memudahkan upaya adopsi dan scaling up teknologi dalam skala yang lebih luas lagi.

Kegiatan tersebut, juga merupakan uji komponen teknologi pertanian di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) terpilih untuk membuktikan dan menyakinkan, teknologi sesuai kebutuhan spesifik lokasi. "Sekaligus sebagai wahana pembelajaran bersama bagi peneliti, penyuluh, dan petani," tambahnya.

"Semoga kegiatan ini, sekaligus dapat meningkatkan kapasitas, kapabilitas, dan profesionalime penyuluh pertanian daerah," tandas Sandis.

Sebagai informasi, jarwo super merupakan inovasi Balitbangtan pada 2016. Yakni, teknologi budi daya padi secara terpadu berbasis cara tanam jajar legowo di lahan irigasi.

Pada pelaksanaan demo area (demarea) di Indramayu, Jawa Barat, penerapan jarwo super terbukti menggenjot produksi hingga 13,9 ton persen. Artinya, meningkat 98,6 persen dari produksi yang dihasilkan petani. 

Di sisi lain, ada tiga kabupaten sentra produksi padi di Kalteng. Perinciannya, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kotawaringin Timur. Kontribusi ketiganya mencapai 60 persen, dari total produksi padi di Kalteng.

Sumber: Dedy Irwandi/Balitbangtan


500
komentar (0)