logo rilis

Tingkatkan Pendapatan, Balitbangtan Latih Petani dan Pemuda Olah Hasil Panen
Kontributor

12 Mei 2018, 14:34 WIB
Tingkatkan Pendapatan, Balitbangtan Latih Petani dan Pemuda Olah Hasil Panen
Kegiatan bimtek pengolahan bawang merah dan cabai merah oleh BB Litbang Pascapanen di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (11/5/2018). FOTO: Balitbangtan Kementan

RILIS.ID, Bone— Balai Besar Penelitian dan Pengembangan (BB Litbang) Pascapanen menggelar bimbingan teknis pengolahan bawang merah dan cabai merah untuk transfer pengetahuan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (11/5/2018) itu, diikuti 150 perserta. Mereka merupakan kelompok tani dan Karang Taruna setempat.

Bimtek disampaikan peneliti BB Litbang Pascapanen, Ir. Sunarmani, MS. Dia memberikan teori serta praktik pembuatan minyak bawang, minyak cabai, dan saos cabai.

"Ketiga produk tersebut mudah dibuat. Dan jika dijual, cukup lumayan bagi pemasukan Ibu-Ibu," ujarnya. Acara turut dihadiri Kadis Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikuktura, dan Perkebunan Bone Sunardi Nurdin, Camat Tanete Riattang Timur, Kepala Puslitbang Perkebunan, Kepala BB Pengembangan Mektan, serta BPTP Makassar.

Mengingat cabai tak tahan lama, harganya kerap anjlok saat panen raya. "Menyiasati hal tersebut, sebaiknya cabai diolah menjadi berbagai produk yang bisa disimpan dalam waktu lama," jelas Sunarmi.

Sementara itu, Sunardi menilai, bimtek tersebut sangat bermanfaat. Apalagi, Bone merupakan sentra bawang dan cabai merah.

"Sangat mengapresiasi Badan Litbang Pertanian yang sudah mau menerjunkan penelitinya ke daerah kami untuk menularkan ilmunya kepada masyarakat di Kabupaten Bone," ucap dia.

Dia pun berharap kegiatan rutin dilaksanakan, agar masyarakat mahir mengolah hasil panennya. "Sehingga, penghasilan meningkat," tambahnya.

Salah seorang peserta, Riska, juga senang berpartisipasi dalam bimtek itu. "Jadi tahu membuat olahan bawang dan cabai merah, karena pekarangan saya ditanami cabai oleh suami," tandasnya.

Sumber: Lina Marlina/Balitbangtan Kementan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)