logo rilis

Tingkatkan Kerja Sama, Hong Kong Jadi Perantara Investasi Cina ke Indonesia
Kontributor
Syahrain F.
25 April 2018, 20:39 WIB
Tingkatkan Kerja Sama, Hong Kong Jadi Perantara Investasi Cina ke Indonesia
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Pemerintah Indonesia terus menjalin kerja sama investasi dengan Hongkong yang dapat berperan untuk menjadi perantara investasi Cina ke Indonesia.

“Hongkong merupakan negara pusat jasa profesional seperti pendanaan, administrasi, akuntansi, desain, dan engineering yang kita butuhkan untuk menjalankan proyek infrastruktur,” ungkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong pada forum investasi Hongkong-Shanghai, di Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Investasi asing asal Cina dan Hongkong menurut dia juga terus berkembang. Pada tahun 2017, total investasi Cina ke Indonesia tercatat sebesar US$3,36 miliar dan menjadi investor terbesar ketiga di Indonesia.

Kemudian, Hongkong juga menjadi negara investor terbesar keempat di Indonesia dengan nilai US$2,11 miliar atau 7 persen dari total investasi asing yang masuk ke Indonesia tahun 2017.

Sementara itu, Menteri Perdagangan dan Pengembangan Ekonomi Hongkong Edward Yau mengatakan, Indonesia merupakan mitra dagang dan ekonomi yang sangat besar dan juga negara tujuan ekspor Hongkong.

Kemitraan dengan Indonesia akan semakin besar seiring dengan penandatanganan Free Trade Agreement Hongkong dan ASEAN.

Berdasarkan data Hong Kong Trade Development Council (HKTDC), Indonesia adalah pasar ekspor terbesar ke-22 bagi Hong Kong, dengan totaI nilai ekspor mencapai US$2,9 miliar, naik 7,2 persen setiap tahunnya pada tahun 2017.

Komoditas ekspor utama Hongkong antara Iain peralatan dan suku cadang telekomunikasi dengan porsi 35,7 persen, kain berbahan rajutan dengan porsi 5,9 persen, dan komputer sebesar 4,5 persen.

Di periode yang sama, impor Hong Kong dari Indonesia tumbuh 8,8 persen menjadi US$2,5 miIiar. Komoditas impor utama termasuk batu bara non aglomerasi dengan komposisi sebanyak 23,4 persen, perhiasan sebesar 14,5 persen, dan makanan olahan dengan porsi 9,1 persen.

Sumber: Anadolu Agency


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)