logo rilis

Tingkatkan Daya Saing Pertanian, DPRD Kediri Rangkul Balitbangtan
Kontributor

26 Oktober 2018, 16:45 WIB
Tingkatkan Daya Saing Pertanian, DPRD Kediri Rangkul Balitbangtan
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Menurunnya kondisi pertanian menjadi kurang menguntungkan dan kurangnya minat pemuda untuk bertani di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menjadi alasan Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri mengunjungi BB Biogen Balitbangtan, Kamis (25/10/2018) kemarin.

Menurut Ketua Komisi B DPRD Kediri, Sudarmiko, semakin berkurangnya minat masyarakat terutama pemuda di bidang pertanian menjadi salah satu faktor menurunnya kualitas pertanian di kabupaten itu.

Ditambah lagi masalah alih fungsi lahan yang menyebabkan lahan pertanian terus berkurang.

“Masalah lain yang paling umum dialami petani, misalnya, harga benih padi yang mahal tapi kualitasnya tidak sesuai. Untuk itu harapan kami dari kunjungan ini adalah kami dapat menerapkan beberapa hasil penelitian, antara lain berbagai  varietas unggul, yang kami butuhkan,” ujar Sudarmiko.

Kepala BB Biogen, Mastur, mendukung upaya DPRD Kediri dalam memperbaiki kondisi pertanian.

Menurut Mastur, masalah yang mendasar di Kediri antara lain bersumber dari mahalnya sewa lahan dan upah perlu direspons dengan perubahan orientasi dari pertanian biasa (konvensional) menjadi pertanian inovatif bernilai tambah tinggi, antara lain melalui pengembangan industri benih, produk premium, hortikultura dan multifungsi.

Mastur mengusulkan agar Kediri dikembangkan menjadi pusat produksi benih (seed centre).

Ini karena industri benih sudah banyak berkembang di masyarakat daerah ini.

“Kediri sudah mempunyai modal berupa lahan yang subur, sumber air yang mudah dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Untuk itu Kediri harus menjadi pusat industri benih,” ujar Mastur.

Harga gabah anggaplah rata-rata gabah Rp4.000, namun jika menjadi benih bisa Rp7.000 atau lebih. Artinya pendapatan petani pun akan meningkat jika yang diproduksi adalah benih, imbuhnya.

Mastur menjelaskan, produksi gabah apabila kita memakai teknologi biasa, menghasilkan beras medium.

Dengan perbaikan teknologi pengolahan bisa menjadi beras premium yang nilainya lebih tinggi. Apalagi menggunakan beras khusus seperti beras pulen, aromatik, beras merah.

Kemudian, lebih baik lagi produk unggul tersebut menerapkan budidaya organik, maka akan menjadi beras bintang tiga, yaitu beras premium, istimewa/khusus, dibudidayakan organik.

Untuk itu, sistem pengusahaaan bisa berbasis korporasi atau dan berbasis petani atau kerakyatan.

Tanaman hortikultura seperti nanas, cabai atau lainnya yang sudah berkembang dan dikenal, juga perlu didorong karena bernilai tambah tinggi.

Pengembangan kawasan pertanian juga dapat diintegrasikan dengan eduwisata.

Di akhir diskusi, BB Biogen menyerahkan benih varietas unggul padi Inpadi Blas, Inpari 40, Kedelai Biosoy dan teknologi feromon secara simbolis kepada DPRD Kediri.

 

Sumber: Andika Bakti




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID